View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agricultural Technology
      • UT - Food Science and Technology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agricultural Technology
      • UT - Food Science and Technology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Pengaruh Pemberian Ransum Tempe Kedelai dan Tempe Kecambah Kedelai terhadap Profil Darah Tikus Diabetes Melitus

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (9.365Mb)
      Date
      2018
      Author
      Aini, Alifah Nur
      Astawan, Made
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit gangguan metabolik akibat pankreas tidak memproduksi cukup insulin atau tidak dapat menggunakan insulin secara efektif. Tempe memiliki efek hipoglikemik yang dapat mengembalikan fungsi sel pankreas sehingga meningkatkan sekresi insulin, menghambat absorbsi glukosa di usus, serta menghambat kinerja enzim α-glukosidase. Perkecambahan kedelai meningkatkan kadar protein dan berbagai komponen bioaktif yang memiliki fungsi biologis untuk pencegahan berbagai penyakit. Analisis yang dilakukan adalah analisis hematologi (hemoglobin, leukosit, eritrosit, hematokrit, dan trombosit) dan analisis biokimia serum (glukosa, kolesterol, trigliserida, LDL, HDL, dan albumin). Perlakuan pemberian ransum tikus diabetes dengan tempe kedelai (DTB) dan tempe kecambah kedelai (DTK) memberikan hasil profil hematologi dan biokimia serum yang mendekati tikus non-diabetes (NKK). Pemberian ransum tempe kecambah kedelai mampu memberikan kadar hemoglobin tikus diabetes 14.1 ± 0.8 g/dL yang mendekati kadar hemoglobin tikus non-diabetes 13.4 ± 0.4 g/dL. Tikus DTK memiliki kadar hematokrit 37.32 ± 2.6% dan eritrosit 7.9 ± 0.5 juta/mm3 yang mendekati NKK yaitu 34.6 ± 0.9% dan 7.6 ± 0.3 juta/mm3. Perkecambahan kedelai secara statistik sangat nyata tidak berpengaruh (p>0.01) dalam menurunkan kadar glukosa darah. Tikus DTK secara nyata (p<0.05) memiliki kadar trigliserida yang lebih rendah dari tikus DTB yaitu 64.0 ± 29.8 mg/dL dan 89.4 ± 42.3 mg/dL. Kadar LDL tikus DTK tidak berbeda secara nyata (p>0.05) dengan NKK yaitu 9.2 ± 3.8 mg/dL dan 3.4 ± 3.1 mg/dL. Kandungan protein yang tinggi pada kasein, tempe kedelai, dan tempe kecambah kedelai belum mampu meningkatkan kadar albumin tikus diabetes.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/94337
      Collections
      • UT - Food Science and Technology [3623]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository