Show simple item record

dc.contributor.advisorKustiyah, Lilik
dc.contributor.authorPrativi, Afina
dc.date.accessioned2018-02-01T04:57:28Z
dc.date.available2018-02-01T04:57:28Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/90204
dc.description.abstractRemaja yang tidak sarapan beresiko lebih besar untuk mengalami anemia dibandingkan dengan remaja yang sarapan. Semakin cepat siklus menstruasi pada remaja akan meningkatkan resiko anemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan kebiasaan sarapan dengan kadar hemoglobin dan siklus menstruasi pada remaja putri MAN 1 Kota Bandung. Desain penelitian yang digunakan adalah cross-sectional study, dengan subjek berjumlah 70 sampel yang terdiri dari 20 sampel mengalami anemia dan 50 sampel tidak anemia. Pengumpulan data karakteristik sampel dan keluarga, kebiasaan sarapan dan siklus menstruasi dikumpulkan dengan cara pengisian kuesioner dengan dipandu oleh peneliti. Data konsumsi pangan dikumpulkan dengan menggunakan metode SQ-FFQ. Kadar hemoglobin diukur dengan menggunakan metode Cyanmethaemoglobin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi anemia dalam penelitian ini sebesar 28.57%. Perbedaan antara karaktersitik sampel dan keluarga, kebiasaan sarapan, siklus menstruasi serta tingkat kecukupan energi, protein dan zat besi antara kelompok anemia dan tidak anemia adalah tidak berbeda signifikan (p>0.05). Kontribusi energi dan protein dari sarapan terhadap tingkat kecukupan tidak berbeda signifikan (p>0.05) antara sampel anemia dan tidak anemia, namun kontribusi energi dan protein pada kelompok anemia cenderung lebih rendah dibandingkan tidak anemia. Tidak terdapat hubungan (p>0.05) antara frekuensi sarapan dengan tingkat kecukupan gizi sehari (p>0.05). Begitu pun untuk tingkat kecukupan energi, protein dan zat besi tidak berhubungan (p>0.05) dengan kadar hemoglobin, akan tetapi terdapat hubungan negatif signifikan antara tingkat kecukupan protein (p=0.016, r=-0.287) dan zat besi (p=0.023, r=-0.271) dengan status gizi (IMT/U). Terdapat hubungan negatif signifikan antara frekuensi sarapan dengan lama menstruasi (p=0.04; r=-0.0246). Kesimpulan : sampel anemia cenderung memiliki tingkat kecukupan energi, protein dan zat besi yang lebih rendah daripada sampel tidak anemia. Selain itu, kadar hemoglobin sampel yang normal cenderung memiliki siklus menstruasi yang normal pula.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)id
dc.subject.ddcNutritionid
dc.subject.ddcBreakfast Habitsid
dc.subject.ddc2017id
dc.subject.ddcBandung-Jawa Baratid
dc.titleHubungan antara Kebiasaan Sarapan dengan Kadar Hemoglobin dan Siklus Menstruasi pada Remaja Putri MAN 1 Kota Bandung.id
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordkadar hemoglobinid
dc.subject.keywordkebiasaan sarapanid
dc.subject.keywordsiklus menstruasiid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record