Show simple item record

dc.contributor.advisorFaridah, Didah Nur
dc.contributor.authorKartika, Ghina
dc.date.accessioned2018-01-15T06:56:18Z
dc.date.available2018-01-15T06:56:18Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/89311
dc.description.abstractAngkak merupakan produk fermentasi beras menggunakan khamir Monascus purpureus. Fermentasi tersebut menghasilkan metabolit sekunder, salah satunya adalah komponen toksik, yaitu citrinin. Tujuan penelitian ini adalah melakukan validasi metode citrinin dan menentukan kadar citrinin dalam angkak dengan instrumen Liquid Chromatography-Mass Spectrometry/ Mass Spectrometry (LCMS/ MS). Hasil penelitian ini akan dijadikan basis data untuk penelitian selanjutnya, yaitu pemilihan angkak untuk pangan fungsional dengan kadar citrinin paling rendah. Validasi yang dilakukan meliputi, uji unjuk kerja instrumen dan validasi metode analisis citrinin dengan LC-MS/MS. Parameter yang digunakan dalam validasi metode ini, antara lain linearitas, presisi luas area, presisi waktu retensi, limit deteksi instrumen (iLOD), dan limit kuantifikasi instrumen (iLOQ), presisi sampel, limit deteksi metode, serta akurasi dan presisi rekoveri. Penelitian ini menggunakan angkak sebanyak 22 sampel yang berasal dari daerah berbeda. Angkak yang akan dianalisis terlebih dahulu dihancurkan dan diekstrak menggunakan pelarut metanol. Hasil unjuk kerja instrumen menunjukkan bahwa citrinin memiliki waktu retensi sebesar 15.06 menit. Instrumen LC-MS/MS menunjukkan kinerja yang baik pada linearitas instrumen dengan kisaran konsentrasi 10-80 μg/L karena memiliki R2>0.990, yaitu bernilai 0.997. Nilai presisi waktu retensi untuk citrinin juga telah memenuhi persyaratan AOAC (2012), yaitu sebesar 0.03 % lebih rendah dari 2.00 %. Nilai presisi luas area citrinin adalah 1.15 %. Nilai limit deteksi (iLOD) dan limit kuantifikasi instrumen (iLOQ) adalah 0.116 μg/L dan 0.386 μg/L. Uji rekoveri dilakukan pada konsentrasi rendah hingga tinggi, yaitu 6.00, 7.50, dan 9.00 mg/kg sampel dan memberikan akurasi secara berturut-turut, yaitu 122.17, 103.16, dan 109.63 % dengan presisi 3.28-6.24 % dimana nilai RSDa lebih kecil dibandingkan dengan RSDH pada setiap konsentrasi. Berdasarkan hasil tersebut, maka metode analisis citrinin dalam angkak dengan instrumen LC-MS/MS dinyatakan valid. Kadar citrinin yang terdeteksi pada sampel angkak dari Jabodetabek rata-rata 7.30 ± 3.72 mg/kg, sedangkan yang berasal dari 5 daerah lainnya sebesar 7.72 ± 4.66 mg/kg.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcFood tehnologyid
dc.subject.ddcRice productid
dc.subject.ddc2016id
dc.subject.ddcBogor-Jawa Baratid
dc.titleValidasi Metode dan Penentuan Kadar Citrinin dalam Angkak dengan Instrumen Liquid Chromathography-Mass Spectrometry/Mass Spectrometry (LC-MS/MS).id
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordangkakid
dc.subject.keywordcitrininid
dc.subject.keywordLC-MS/MSid
dc.subject.keywordvalidasiid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record