Show simple item record

dc.contributor.advisorNasution, Zuraidah
dc.contributor.advisorMartianto, Drajat
dc.contributor.authorRAHARDIANTY, ANNISA PUTRI
dc.date.accessioned2026-08-12T04:50:37Z
dc.date.available2026-08-12T04:50:37Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/178418
dc.description.abstractKekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil disebabkan oleh tidak tercukupinya kebutuhan zat gizi tubuh dalam jangka waktu yang panjang; dicirikan dengan Lingkar Lengan Atas (LiLA) < 23,5 cm; dan dapat menyebabkan berbagai komplikasi kehamilan, kelainan pada janin, serta BBLR. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 dengan desain studi cross-sectional untuk menganalisis faktor risiko KEK pada ibu hamil di Indonesia. Kriteria inklusi penelitian berupa ibu hamil, yang melibatkan 4.515 ibu hamil dengan 566 ibu hamil mengalami KEK (12,5%) dan 3.949 lainnya tidak mengalami KEK (87,5%). Terdapat hubungan signifikan antara usia ibu hamil, daerah tempat tinggal, jumlah anggota keluarga, paritas, jarak kehamilan, sanitasi, TBC, frekuensi konsumsi kacang-kacangan, serta frekuensi konsumsi telur dengan kejadian KEK pada ibu hamil. Faktor risiko kejadian KEK pada ibu hamil di Indonesia adalah usia ibu hamil yang berisiko, bertempat tinggal di pedesaan, jumlah anggota keluarga = 5 orang, jarak kehamilan <2 tahun, akses fasilitas BAB yang kurang memadai, dan mengalami TBC. TBC merupakan faktor risiko terkuat (OR: 8,547), sehingga skrining TBC perlu menjadi bagian dari pemeriksaan ANC.
dc.description.abstractChronic Energy Deficiency (CED) in pregnant women is caused by long-term inadequate nutritional intake; identified by Mid-Upper Arm Circumference (MUAC) of <23.5 cm; and causes pregnancy complications, congenital abnormalities, and low birth weight. This research used secondary data from Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 with cross-sectional study design to analyze the risk factors for CED in pregnant women in Indonesia. Inclusion criteria were pregnant women, which involved 4515 pregnant women, with 566 experiencing CED (12.5%) and 3949 not experiencing CED (87.5%). Significant associations were found between the maternal age, residential area, household size, parity, birth interval, sanitations, tuberculosis (TBC), consumption of legumes, and consumption of eggs with the occurrence of CED among pregnant women. Factors contributing to the risk of CED among pregnant women in Indonesia include maternal age catgorized as at risk (<20 or >30 years old), resident of rural area, having a household size of = 5 members, having a high-risk pregnancy interval (< 2 years), lack access to latrine facilities, and having tuberculosis. TBC is the strongest risk factor (OR: 8,547), thus TB screening should be included as part of antenatal care (ANC) examinations.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleAnalisis Faktor Risiko Kurang Energi Kronis (KEK) pada Ibu Hamil di Indonesiaid
dc.title.alternativeRisk Factor Analysis of Chronic Energy Deficiency (CED) among Pregnant Women in Indonesia
dc.typeSkripsi
dc.subject.keywordFaktor risikoid
dc.subject.keywordIbu Hamilid
dc.subject.keywordKEKid
dc.subject.keywordpenyakit infeksiid
dc.subject.keywordKonsumsi Panganid
dc.subject.keywordCEDid
dc.subject.keywordfood frequencyid
dc.subject.keywordinfectious diseaseid
dc.subject.keywordpregnant womenid
dc.subject.keywordrisk factorid
dc.subtypeUndergraduate Theses


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record