| dc.contributor.advisor | Dwiriani, Cesilia Meti | |
| dc.contributor.author | MARKUM, SITI SARAH AALIYA | |
| dc.date.accessioned | 2026-08-10T15:02:58Z | |
| dc.date.available | 2026-08-10T15:02:58Z | |
| dc.date.issued | 2026 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/178070 | |
| dc.description.abstract | Penyakit ginjal kronis (PGK) adalah kondisi penurunan fungsi ginjal yang berlangsung selama lebih dari tiga bulan. Pola makan merupakan salah satu faktor risiko PGK karena beberapa jenis makanan dapat memicu maupun menurunkan respon inflamasi. Tingkat inflamasi diet dapat diukur menggunakan Dietary Inflammatory Index (DII). Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara skor DII dengan nilai eGFR pasien PGK di RS Islam Jakarta. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan melibatkan 51 pasien PGK. Data dikumpulkan dengan wawancara menggunakan kuesioner terstruktur berupa Semi-Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ) dan hasil kreatinin serum dari rekam medis. Sebagian besar subjek berjenis kelamin perempuan (56,9%), berusia di bawah 60 tahun (64,7%), berpendidikan SMA/sederajat (45,1%), tidak bekerja atau ibu rumah tangga (51,0%), dan memiliki status gizi berlebih (52,9%). Rata-rata skor DII subjek adalah 2,498±1,70 dengan rentang -2,450 hingga 5,273. Hampir seluruh subjek (94,1%) memiliki pola makan yang bersifat proinflamasi. Median nilai eGFR adalah 4,8 mL/mnt/1,73 m² dengan rentang 2,6-103,4 mL/mnt/1,73 m², dan sebanyak 80,4% subjek berada pada PGK stadium 5. Penelitian ini tidak menemukan hubungan yang signifikan antara skor DII dengan nilai eGFR (p=0,104). | |
| dc.description.abstract | Chronic kidney disease (CKD) is characterized by a decline in kidney function lasting more than three months. Diet may influence CKD progression by promoting or reducing inflammation. The inflammatory potential of the diet can be assessed using the Dietary Inflammatory Index (DII). This cross-sectional study aimed to analyze the relationship between DII score and estimated glomerular filtration rate (eGFR) in 51 CKD patients at Jakarta Islamic Hospital. Dietary intake was assessed using a structured Semi-Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ), while serum creatinine data were obtained from medical records. Most participants were female (56.9%), aged <60 years (64.7%), had completed high school (45.1%), were unemployed or housewives (51.0%), and had normal nutritional status (39.2%). The mean DII score was 2.50 ± 1.70, and 94.1% of participants had a proinflammatory diet. The median eGFR was 4.8 mL/min/1.73 m², with 80.4% of participants classified as stage 5 CKD. No significant association was found between DII score and eGFR (p = 0.104). | |
| dc.description.sponsorship | | |
| dc.language.iso | id | |
| dc.publisher | IPB University | id |
| dc.subject.ddc | Nutrition Sciences | id |
| dc.subject.ddc | Dietary | id |
| dc.title | Skor Dietary Inflammatory Index (DII) pada Pasien Penyakit Ginjal Kronis di RS Islam Jakarta | id |
| dc.title.alternative | Dietary Inflammatory Index (DII) Score in patients with Chronic Kidney Disease at Jakarta Islamic Hospital | |
| dc.type | Skripsi | |
| dc.subject.keyword | Dietary Inflammatory Index | id |
| dc.subject.keyword | EGFR | id |
| dc.subject.keyword | inflamasi | id |
| dc.subject.keyword | penyakit ginjal kronis | id |
| dc.subject.keyword | Pola makan | id |
| dc.subtype | Undergraduate Theses | |