Show simple item record

dc.contributor.advisorAbdullah, Asaduddin
dc.contributor.authorFARABI, MUHAMAD
dc.date.accessioned2026-07-22T10:32:14Z
dc.date.available2026-07-22T10:32:14Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/175451
dc.description.abstractProgram Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola oleh Satuan Pelayanan Penyediaan Gizi (SPPG) menghadapi berbagai potensi risiko operasional yang dapat mengganggu keamanan pangan dan kualitas layanan gizi. Penelitian ini bertujuan menentukan lingkup, menilai tingkat, dan merumuskan usulan mitigasi risiko operasional SPPG Sukadamai. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan manajemen risiko berbasis teori Godfrey dan Flanagan, menggunakan teknik purposive sampling melalui matriks RACI untuk menentukan responden, serta pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan kuesioner. Penelitian mengidentifikasi 25 risiko operasional dalam empat area, yaitu sumber daya manusia (3 risiko), proses internal (8 risiko), sistem (10 risiko), dan eksternal (4 risiko). Hasil penilaian menunjukkan 15 risiko berada pada tingkat tinggi dan 10 risiko pada tingkat sedang, dengan risiko keterlambatan pasokan bahan baku sebagai risiko yang paling sering terjadi dan kesalahan perhitungan kebutuhan bahan baku sebagai risiko berdampak terbesar. Sebanyak 27 strategi perlakuan risiko direkomendasikan untuk menangani seluruh risiko tinggi. Temuan ini dapat menjadi rujukan bagi Badan Gizi Nasional (BGN) dalam menyusun standar operasional minimum SPPG secara nasional.
dc.description.abstractThe Free Nutritious Meal program (MBG), managed by Nutrition Service Units (SPPG), faces various operational risks that may compromise food safety and nutritional service quality. This study aims to identify the scope, assess the level, and formulate mitigation strategies for operational risks at SPPG Sukadamai. A qualitative descriptive method was applied using Godfrey and Flanagan risk management frameworks, with purposive sampling guided by a RACI matrix to determine respondents, and data collected through in-depth interviews and questionnaires. The study identified 25 operational risks across four areas: human resources (3 risks), internal processes (8 risks), systems (10 risks), and external factors (4 risks). Assessment results indicate 15 high-level and 10 medium-level risks, with raw material supply delays as the most frequent risk and raw material quantity miscalculation as the highest-impact risk. A total of 27 risk treatment strategies were recommended to address all high-level risks. These findings can serve as a reference for the National Nutrition Agency (BGN) in developing minimum operational standards for SPPG nationwide
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleAnalisis Manajemen Risiko Operasional SPPG Sukadamai di Kota Bogor pada Program Makan Bergizi Gratisid
dc.title.alternative
dc.typeSkripsi
dc.subject.keywordmanajemen risikoid
dc.subject.keywordmakan bergizi gratisid
dc.subject.keywordmitigasi risikoid
dc.subject.keywordRisiko Operasionalid
dc.subtypeUndergraduate Theses


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record