Analisis Manajemen Risiko Operasional SPPG Sukadamai di Kota Bogor pada Program Makan Bergizi Gratis
Date
2026Jenis/Type
SkripsiSubtype
Undergraduate ThesesAuthor
FARABI, MUHAMAD
Abdullah, Asaduddin
Metadata
Show full item recordAbstract
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola oleh Satuan Pelayanan
Penyediaan Gizi (SPPG) menghadapi berbagai potensi risiko operasional yang
dapat mengganggu keamanan pangan dan kualitas layanan gizi. Penelitian ini
bertujuan menentukan lingkup, menilai tingkat, dan merumuskan usulan mitigasi
risiko operasional SPPG Sukadamai. Metode yang digunakan adalah kualitatif
deskriptif dengan pendekatan manajemen risiko berbasis teori Godfrey dan
Flanagan, menggunakan teknik purposive sampling melalui matriks RACI untuk
menentukan responden, serta pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan
kuesioner. Penelitian mengidentifikasi 25 risiko operasional dalam empat area,
yaitu sumber daya manusia (3 risiko), proses internal (8 risiko), sistem (10 risiko),
dan eksternal (4 risiko). Hasil penilaian menunjukkan 15 risiko berada pada tingkat
tinggi dan 10 risiko pada tingkat sedang, dengan risiko keterlambatan pasokan
bahan baku sebagai risiko yang paling sering terjadi dan kesalahan perhitungan
kebutuhan bahan baku sebagai risiko berdampak terbesar. Sebanyak 27 strategi
perlakuan risiko direkomendasikan untuk menangani seluruh risiko tinggi. Temuan
ini dapat menjadi rujukan bagi Badan Gizi Nasional (BGN) dalam menyusun
standar operasional minimum SPPG secara nasional. The Free Nutritious Meal program (MBG), managed by Nutrition Service
Units (SPPG), faces various operational risks that may compromise food safety and
nutritional service quality. This study aims to identify the scope, assess the level,
and formulate mitigation strategies for operational risks at SPPG Sukadamai. A
qualitative descriptive method was applied using Godfrey and Flanagan risk
management frameworks, with purposive sampling guided by a RACI matrix to
determine respondents, and data collected through in-depth interviews and
questionnaires. The study identified 25 operational risks across four areas: human
resources (3 risks), internal processes (8 risks), systems (10 risks), and external
factors (4 risks). Assessment results indicate 15 high-level and 10 medium-level
risks, with raw material supply delays as the most frequent risk and raw material
quantity miscalculation as the highest-impact risk. A total of 27 risk treatment
strategies were recommended to address all high-level risks. These findings can
serve as a reference for the National Nutrition Agency (BGN) in developing
minimum operational standards for SPPG nationwide
Collections
- UT - Business [759]

