| dc.contributor.advisor | Dewanti, Ratih | |
| dc.contributor.advisor | Rahmawati, Inas Suci | |
| dc.contributor.author | Ramadhani, Nashwa Evanti | |
| dc.date.accessioned | 2026-07-06T06:12:21Z | |
| dc.date.available | 2026-07-06T06:12:21Z | |
| dc.date.issued | 2026 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174077 | |
| dc.description.abstract | Keamanan pangan merupakan aspek penting dalam mencegah terjadinya
penyakit bawaan pangan yang berpotensi berkembang menjadi Kejadian Luar Biasa
keracunan pangan. Bahaya biologis khususnya bakteri patogen, merupakan
penyebab etiologi penting dalam keracunan pangan. Salah satu contoh bakteri yang
sering menyebabkan keracunan pangan adalah Bacillus cereus karena
kemampuannya dalam membentuk endospora dan menghasilkan toksin berbahaya.
Penelitian ini bertujuan menganalisis dan memverifikasi keberadaan gen penyandi
toksin emetik cesB, serta gen enterotoksin hblD, nheA, cytK-1, cytK-2 dan gen cry2
pada isolat lokal B. cereus. Data diperoleh melalui metode Polymerase Chain
Reaction dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif untuk mengetahui prevalensi
tiap gen toksin. Hasil penelitian menunjukkan gen enterotoksin nheA dan hblD
terdeteksi pada seluruh isolat (100%), dilanjutkan oleh cytK-2 (84,8%) yang
memiliki prevalensi lebih tinggi daripada cytK-1 (18,2%). Sebaliknya, gen emetik
cesB (21,2%) terdeteksi dengan prevalensi lebih rendah yang mengindikasikan
bahwa potensi keracunan pangan cenderung didominasi oleh gangguan diare
dibandingkan sindrom muntah. Distribusi gen pada berbagai jenis pangan
menunjukkan bahwa gen enterotoksin tersebar luas, sementara gen emetik memiliki
distribusi yang terbatas pada jenis pangan tertentu dengan prevalensi yang lebih
rendah. Temuan ini mengindikasikan bahwa potensi keracunan pangan oleh B.
cereus tergolong cukup tinggi sehingga diperlukan pengendalian yang lebih efektif
terhadap pertumbuhan B. cereus pada berbagai jenis pangan. | |
| dc.description.abstract | Food safety is essential in preventing foodborne illness that can develop into
foodborne disease outbreaks. Biological hazards, particularly pathogenic bacteria,
are the main contributors to such foodborne disease outbreaks. One of the most
common bacteria associated with foodborne illnesses is Bacillus cereus, due to its
ability to form endospores and produce harmful toxins. This study aimed to analyze
and verify the presence of toxin-encoding genes, including the emetic gene cesB
and the enterotoxin genes hblD, nheA, cytK-1, and cytK-2, as well as the cry2 gene
in local B. cereus isolates using Polymerase Chain Reaction (PCR). The results
showed that nheA and hblD were detected in all isolates (100%), followed by cytK-
2 (84.8%), which was more prevalent than cytK-1 (18.2%). In contrast, cesB
(21.2%) was detected at a lower prevalence, indicating that foodborne illness is
more likely dominated by diarrheal syndrome rather than emetic syndrome.
Enterotoxin genes were widely distributed across food types, whereas the emetic
gene was more limited to certain food types with lower prevalence. These findings
indicate a relatively high risk of foodborne illness caused by B. cereus, highlighting
the need for more effective control of bacterial growth in food products. | |
| dc.description.sponsorship | Community funds of IPB for Fiscal Year 2025 through the Young Lecturer Research Scheme | |
| dc.language.iso | id | |
| dc.publisher | IPB University | id |
| dc.title | Identifikasi Gen Penyandi Toksin pada Isolat Lokal Bacillus cereus | id |
| dc.title.alternative | Identification of Toxin-Encoding Genes in Local Bacillus cereus Isolates | |
| dc.type | Skripsi | |
| dc.subject.keyword | Bacillus cereus | id |
| dc.subject.keyword | keamanan pangan | id |
| dc.subject.keyword | keracunan pangan | id |
| dc.subject.keyword | PCR | id |
| dc.subject.keyword | toksin | id |
| dc.subtype | Undergraduate Theses | |