Show simple item record

dc.contributor.advisorKhomsan, Ali
dc.contributor.advisorSukandar, Dadang
dc.contributor.authorAptaribowo, Thoriq Dhiya
dc.date.accessioned2026-02-04T07:03:48Z
dc.date.available2026-02-04T07:03:48Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172540
dc.description.abstractSalah satu faktor yang memengaruhi asupan gizi individu atau keluarga yaitu kondisi ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis asupan energi dan protein masyarakat di sekitar Dramaga dan kaitannya dengan tingkat kemiskinan, ketimpangan, dan pendapatan pada tahun 2024. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang terdiri dari kecukupan asupan energi, protein, dan pendapatan. Dalam penelitian ini dianalisis tingkat kemiskinan berdasarkan indeks FGT, Rasio Gini , dan korelasi pendapatan dengan tingkat kecukupan asupan energi dan protein. Garis kemiskinan yang digunakan yaitu garis kemiskinan BPS, Sajogyo, Bank Dunia, dan Gold Standard. Hasil penelitian menunjukkan perbandingan hasil dari persentase kemiskinan, kedalaman kemiskinan, dan keparahan kemiskinan sebagai berikut P0 = 0,15; 0,5; 0,48; 0,86 ; P1 = 0,04; 0,01; 0,15; 0,56 ; P2 = 0,02; 0,01; 0,07; 0,39. Selain itu, diperoleh Rasio Gini sebesar 0,57 yang tergolong ketimpangan tinggi. Terdapat korelasi yang sangat lemah antara pendapatan dengan kecukupan asupan energi (r=-0,19; p=0,05) dan protein (r=-0,09; p=0,36) yang menunjukkan bahwa kondisi ekonomi bukanlah faktor yang memengaruhi asupan gizi masyarakat di wilayah sekitar Dramaga.
dc.description.abstractOne of the factors that affects the nutritional intake of individuals or families is economic conditions. This study aims to analyze the energy and protein intake of communities around Dramaga and its relationship with poverty levels, inequality, and income in 2024. The study uses secondary data consisting of adequacy of energy intake, protein intake, and income. The analysis includes poverty levels based on the FGT index, the Gini Ratio, and the correlation between income and the adequacy of energy and protein intake. The poverty lines used are those from BPS (Statistics Indonesia), Sajogyo, the World Bank, and the Gold Standard. The results show a comparison of poverty percentages, poverty depth, and poverty severity as follows: P0 = 0.15; 0.5; 0.48; 0.86; P1 = 0.04; 0.01; 0.15; 0.56; P2 = 0.02; 0.01; 0.07; 0.39. In addition, the Gini Ratio is 0.57, indicating a high level of inequality. There is a very weak correlation between income and the adequacy of energy intake (r = -0.19; p = 0.05) and protein intake (r = -0.09; p = 0.36), suggesting that economic conditions are not the main factor influencing the nutritional intake of communities around Dramaga.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleAnalisis Pendapatan, Kemiskinan, Ketimpangan, dan Asupan Gizi Masyarakat di Sekitar Kampus IPB Darmagaid
dc.title.alternativeAnalysis of Income, Poverty, Inequality, and Comunity Nutrition Intake Around IPB Darmaga
dc.typeSkripsi
dc.subject.keywordEnergy Intakeid
dc.subject.keywordgini ratioid
dc.subject.keywordIncomeid
dc.subject.keywordpovertyid
dc.subject.keywordProteinid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record