Show simple item record

dc.contributor.advisorWinarno, F. G.
dc.contributor.advisorHariyadi, Ratih D.
dc.contributor.authorTedjoseputro, Santono
dc.date.accessioned2024-05-06T03:24:43Z
dc.date.available2024-05-06T03:24:43Z
dc.date.issued1987
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/148627
dc.description.abstractPenggunaan terasi dari produk mentahnya masih menimbulkan nambatan teknis dan psikologis. Pengukusan, pembakaran dan penggorengan merupakan cara pengolahan terasi yang lazim dila- kukan. Cara pengolahan tersebut dirasakan kurang praktis bagi pemakainya. Apalagi mengingat sifat terasi mentah yang berpe- nampakan kotor, tekstur berair serta baunya yang kurang sedap; semakin memperkuat rasa keengganan dalam penggunaan terasi. Karakteristik terasi mentah ini juga menyulitkan penyimpanan- nya, karena bisa menyebabkan lingkungan yang kurang higienis serta memungkinkan bagi tumbuhnya mikroorganisme perusak dan terjadinya reaksi-reaksi kimia lainnya. Oleh karenanya, dalam penelitian ini akan dipelajari pembuatan tepung terasi yang diharapkan bisa mengatasi masalah-masalah tersebut di atas. Dalam pembuatan tepung terasi, mula-mula terasi mentah yang berbentuk batangan diiris menjadi lempengan-lempengan ti- pis guna mempermudah pengeringannya. Proses pengeringan dan pemasakan terasi dilakukan dengan pengovenan. Setelah masak dan kering, proses berlanjut dengan penggilingan yang mengha- silkan tepung terasi dengan ukuran 100 mesh ke atas. Produk tepung terasi disimpan selama 60 hari untuk mengetahui adanya ...id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcPengaruh suhu pengeringan dan lama penyimpanan terhadap mutu tepung terasiid
dc.titlePengaruh suhu pengeringan dan lama penyimpanan terhadap mutu tepung terasiid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record