Show simple item record

dc.contributor.advisorMudjajanto, Eddy
dc.contributor.authorRahma
dc.date.accessioned2023-11-09T02:09:57Z
dc.date.available2023-11-09T02:09:57Z
dc.date.issued2005
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/131295
dc.description.abstractSecara umum penelitian bertujuan untuk mempelajari pengaruh pengolahan dan lama penyimpanan kecap manis fortifikasi terhadap kandungan iodium dan besi. Tujuan khususnya adalah untuk mengetahui pengaruh perebusan, penumisan, pemanggangan dan lama penyimpanan terhadap kadar iodium dan besi pada kecap manis fortifikasi. Penelitian dilakukan di Laboratorium Pengolahan Pangan, Laboratorium Kimia Gizi Departemen Gizi Masyarakat clan Sumberdaya Keluarga, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Penelitian dimulai bulan Juni sampai Agustus 2004. Penetapan sampel dilakukan secara purposive dengan kriteria jenis kecap yang dipilih adalah kecap yang difortifikasi dengan iodium dan besi. Sedangkan kemasan yang dipilih adalah kemasan botol plastik (140 ml) dengan pertimbahgan kemasan botol plastik ini paling banyak dikonsumsi di tingkat rumah tangga. Rancangan yang digunakan untuk menguji hasil analisis kimia pada perlakuan pengolahan dan penyimpanan adalah RAL. Data-data yang diperoleh diuji dengan sidik ragam kemudian dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan untuk melihat perlakuan mana yang berbeda. Pengolahan dan analisis data dilakukan dengan menggunakan SAS versi 6.12. Berdasarkan basil analisis diketahui bahwa total kadar iodium pada pengolahan semur, tumis dan sate berturut-turut 14.97 ppm, 16.90 ppm dan 23.66 ppm. Sidik ragam menunjukkan bahwa total kadar iodium antara ketiga jenis pengolahan (semur, tumis dan sate) tidak berbeda nyata. Namun, pengolahan semur, tumis dan sate menunjukkan total kadar iodium yang berbeda nyata dengan kontrolnya pada a=0.05. Pengolahan dengan cara semur menunjukkan persentase kerusakan iodium lebih besar (54.72%) dibanding pada pengolahan tumis (36.46%) dan sate (30.22%). Kadar zat besi pada ketiga jenis pengolahan berkisar antara 8.89 mg/l00g (BK) sampai 11.20 mg/lO0g (BK). Berdasarkan hasil sidik ragam (P>0.05) dapat diketahui bahwa jenis pengolahan tidak berpengaruh nyata terhadap total kadar zat besi hasil olahan. Hal ini menunjukkan bahwa total kadar zat besi ketiga cara pengolahan (semur, tumis dan sate) tidak berbeda nyata. Pada pengolahan semur dan sate total kadar zat besi sebelum pengolahan 9.46 mg/l00g (BK) dan 13.17 mg/IO0g (BK). Setelah mengalami pengolahan total kadar zat besi pada pengolahan semur dan sate menjadi 8.89 mg/lO0g (BK) dan 11.20 mg/lO0g (BK), sehingga diperoleh penurunan zat besi pada semur sebesar 6.03% dan sate sebesar 16.23%. Sedangkan pada pengolahan tumis, sebelum pengolahan total kadar zat besi sebesar 10.29 mg/l00g (BK). Setelah pengolahan kadar zat besinya menjadi 11.20 mg/l00g (BK). Peningkatan kadar zat besi pada pengolahan tumis sebesar 8. 85 %...dstid
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcPengolahanid
dc.subject.ddcPenyimpananid
dc.subject.ddcKecap Manisid
dc.subject.ddcFortifikasiid
dc.titlePengaruh Pengolahan dan Lama Penyimpanan pada Kecap Manis Fortifikasi Terhadap Kandungan lodium dan Zat Besiid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record