View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Human Ecology
      • UT - Nutrition Science
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Human Ecology
      • UT - Nutrition Science
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Pemanfaatan tepung ampas kelapa [Cocos nucifera] dan tepung wortel [Daucus carota] sebagai sumber serat dan provitamin A dalam pembuatan Cookies

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (1.230Mb)
      Date
      2010
      Author
      Setiamanah, Kokom
      Sulaeman, Ahmad
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari pemanfaatan tepung ampas kelapa dan tepung wortel sebagai sumber serat dan provitamin A dalam pembuatan cookies. Penelitian diawali dengan pembuatan dan karakterisasi tepung ampas kelapa dan tepung wortel. Setelah diketahui karakteristik kedua jenis tepung, dilakukan formulasi tingkat substitusi dan pembuatan cookies. Cookies yang sudah dibuat kemudian diuji sifat organoleptik dan sifat fisikokimianya. Dari hasil pengujian organoleptik akan diperoleh formula terbaik berdasarkan penerimaan panelis untuk selanjutnya dilakukan penentuan takaran saji cookies sesuai kebutuhan zat gizi. Tepung ampas kelapa mengandung energi 484 kkal, karbohidrat 59,11 g, lemak 22,31 g, protein 11,64 g, air 5,96 g, abu 0,98 g dan serat makanan 49,35 g per 100 gram. Sedangkan tepung wortel mengandung energi 360 g, karbohidrat 76,21 g, lemak 2,38 g, protein 8,38 g, air 6,46 g, abu 6,57 g, total karoten 46724,61 μg, aktivitas vitamin A 3277,78 μg RAE dan serat makanan 31,55 g per 100 gram. Tepung ampas kelapa berwarna putih dengan derajat putih 77,5%, sedangkan tepung wortel berwarna kuning-merah dengan derajat warna 56,72. Tepung ampas kelapa bersifat sangat kamba (densitas kamba 0,17%), sedangkan tepung wortel tidak terlalu (densitas kamba 0,50%). Berdasarkan kandungan total serat makanan, tepung ampas kelapa dapat dikatakan sebagai bahan makanan tinggi serat, sedangkan berdasarkan kandungan total karotenoid, tepung wortel dapat dikatakan sebagai bahan makanan tinggi karoteoid sehingga kedua bahan ini dapat digunakan sebagai sumber serat dan provitamin A dalam pembuatan pangan fungsional. Formula cookies ditentukan berdasarkan jumlah substitusi tepung ampas kelapa (TAK) dan tepung wortel (TW) terhadap tepung terigu, formula tersebut yaitu F0 (kontrol), F1 (5% TAK + 10% TW), F2 (10% TAK + 15% TW), F3 (15% TAK + 20% TW), dan F4 (20% TAK + 25% TW). Cookies dari kelima formula tersebut menunjukkan tekstur, nilai warna, kadar air, kadar abu, kadar lemak, kadar protein, kadar karbohidrat dan energi yang tidak berbeda nyata (p>0,05), total serat makanan berbeda nyata (p<0,05) dan aktivitas vitamin A sangat berbeda nyata (p<0,01). Terdapat perbedaan yang sangat nyata (p<0,01) antar setiap formula dalam hal mutu inderawi cookies berupa warna permukaan, tekstur kerenyahan, aroma kelapa dan aroma gosong, juga terdapat perbedaan yang nyata (p<0,05) antar setiap tingkat substitusi dalam hal mutu aroma wortel dan rasa manis, namun tidak terdapat perbedaan yang nyata (p>0,05) antar setiap tingkat substitusi dalam hal mutu tekstur kekerasan dan rasa asin. Tingkat kesukaan secara keseluruhan menunjukkan perbedaan yang nyata (p<0,05) antar formula. Formula terpilih berdasarkan persentase penerimaan organoleptik adalah cookies dengan formula F1 (penerimaan 92,26%). Cookies dengan formula terpilih memiliki tekstur 772,03 gf, rendemen 86,96 g, kecerahan 70,48 dan derajat warna 76,57. Zat gizi cookies terpilih per 100 g memiliki kandungan energi 525 kkal, protein 9,48 g, lemak 28,08 g, karbohidrat 58,64 g, air 2,66 g, abu 1,14 g, serat 4,62 g, total karotenoid 2.639,68 μg, vitamin A 370,35 μg RE, dan aktivitas vitamin A 185,18 μg RE. Cookies dapat dikategorikan sebagai cookies “sumber” serat dan “tinggi” provitamin A karena memenuhi kandungan serat ≥3 g serat per 100 g cookies dan ≥30% AKG vitamin iii A per 100 g cookies. Berdasarkan AKG dewasa umum kebutuhan Energi per hari adalah 2000 kkal dan cookies disajikan sebagai makanan selingan (10% dari total kebutuhan harian), maka untuk memenuhi 10% AKG energi per hari, dibutuhkan energi 200 kkal dan untuk itu dibutuhkan 38,1 g cookies, nilai ini kemudian dibulatkan menjadi 40 g. Dalam setiap takaran saji tersebut terdapat kandungan energi 210 kkal (10,5% AKG), protein 3,79 g (7,6% AKG), lemak 11,23 g (20,4% AKG), karbohidrat 23,46 g (7,2% AKG), serat 1,85 g (7,4% AKG) dan vitamin A 148,14 μg RE (24,7% AKG).
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/127875
      Collections
      • UT - Nutrition Science [3184]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository