View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agricultural Technology
      • UT - Food Science and Technology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agricultural Technology
      • UT - Food Science and Technology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Kajian Pengembangan Metode Karakterisasi Bakteri dan Enterotoksin Staphylococcus aureus dalam Pangan

      Thumbnail
      View/Open
      Cover (2.882Mb)
      Fullteks (817.9Kb)
      Date
      2021
      Author
      Yuthia, Gemala Dinda
      Dewanti-Hariyadi, Ratih
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Keamanan pangan merupakan hal utama dalam menyediakan pangan yang baik bagi manusia. Saat ini beban penyakit bawaan pangan di Indonesia cukup tinggi yang diperkirakan 680 DALYs per 100.000 penduduk. Keracunan pangan Staphylococcus adalah penyakit bawaan pangan yang umum terjadi di seluruh dunia. Staphylococcus dibedakan menjadi 49 spesies dan 14 di antaranya dapat menyebabkan keracunan pangan, seperti Staphylococcus aureus yang dapat diklasifikasikan menjadi enam biotipe. S. aureus menghasilkan enterotoksin Staphylococcus (SE) yang resisten terhadap enzim proteolitik dan memungkinkan untuk transit utuh melalui saluran pencernaan. Tujuan penulisan karya ilmiah ini adalah untuk mengkaji metode-metode berbasis molekuler yang telah dikembangkan untuk mempelajari karakteristik S. aureus dan SE dalam berbagai jenis pangan, diantaranya pada susu dan produk susu, daging dan produk daging, makanan jajanan, produk biji-bijian, dan minuman. Kajian yang dilakukan melalui penelusuran pustaka terpublikasi melalui internet dengan sumber yang dapat dipertanggungjawabkan tersebut menghasilkan 65 publikasi ilmiah antara tahun 1977–2020. Penandaan plasmid (plasmid profiling) merupakan metode molekuler pertama untuk karakterisasi bakteri melalui isolasi serta pembandingan jumlah dan ukuran plasmid dengan gel elektroforesis agarosa. PFGE (pulsed field gel electrophoresis) dan RFLP (restriction fragment length polymorphism) mengkarakterisasi S. aureus dan SE berdasarkan pemecahan kromosom menjadi fragmen kecil menggunakan enzim restriksi dilanjutkan dengan elektroforesis. PFGE memiliki keunggulan dalam daya diskriminasi, kemampuan pemecahan DNA, reproduktifitas, serta merupakan standar emas untuk typing. RFLP tidak memerlukan informasi urutan DNA atau sintesis oligonukleotida sebelum analisis. PCR (polymerase chain restriction) digunakan untuk menggandakan molekul DNA dengan bantuan enzim DNA polymerase dan primer. PCR memiliki kecepatan dan efisiensi yang tinggi dalam mendeteksi S. aureus dan SE.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/106218
      Collections
      • UT - Food Science and Technology [3623]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository