Show simple item record

dc.contributor.advisorWijaya, C. Hanny
dc.contributor.advisorKusumaningrum, Harsi Dewantari
dc.contributor.authorRahmawati, Ririn
dc.date.accessioned2020-03-09T04:46:12Z
dc.date.available2020-03-09T04:46:12Z
dc.date.issued2020
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/102754
dc.description.abstractCajuputs® candy adalah permen keras yang menggunakan minyak atsiri kayu putih sebagai flavor. Minyak atsiri kayu putih yang digunakan saat ini berasal dari Pulau Buru, Maluku, yang ketersediaannya mengalami keterbatasan. Minyak atsiri kayu putih (MKP) juga dihasilkan di beberapa daerah lain di Indonesia, namun tidak semua MKP kompatibel untuk digunakan sebagai flavor Cajuputs® candy. Penelitian ini bertujuan mempelajari kompatibilitas MKP dari daerah Papua, Mojokerto, Bupolo, Kuningan, dan Ponorogo sebagai ingredien flavor Cajuputs® candy secara sensori dan mikrobiologi. Uji sensori yang dilakukan meliputi uji beda dari kontrol, uji hedonik dan uji QDA, sedangkan uji mikrobiologi yang dilakukan adalah uji penghambatan aktivitas pembentukan biofilm S. mutans. Hasil uji sensori beda dari kontrol dan uji rating hedonik menunjukkan tidak ada perbedaan nyata antara Cajuputs® candy dengan MKP dari daerah Papua, Mojokerto, Bupolo, Kuningan, dan Ponorogo terhadap kontrol pada taraf signifikansi 5%, sehingga MKP kelima daerah tersebut secara penerimaan sensori kompatibel sebagai ingredien flavor Cajuputs® candy. Pada uji deskriptif QDA diperoleh 8 atribut sensori pada Cajuputs® candy. Atribut sensori tersebut adalah flavor minyak kayu putih, peppermint flavor, spicy flavor, green flavor, rasa manis, rasa pahit, bitter aftertaste, dan soothing effect. Hasil uji QDA menunjukkan bahwa MKP dengan karakter sensori yang lebih mirip dengan profil kontrol adalah dari daerah Bupolo, Mojokerto, dan Papua dengan karakterisitik sensori dominan rasa manis. MKP Ponorogo dikarakterisasi oleh atribut green flavor, spicy flavor, dan bitter aftertaste. MKP Kuningan dikarakterisasi oleh atribut rasa pahit, soothing effect, peppermint flavor, dan flavor minyak kayu putih. Hasil uji mikrobiologi menunjukkan bahwa semua sampel MKP yang diuji memiliki daya hambat terhadap pembentukan biofilm S. mutans. MKP daerah Mojokerto, Bupolo, dan Papua memiliki daya hambat lebih baik dibandingkan MKP daerah Ponorogo dan Kuningan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MKP paling kompatibel sebagai ingredien flavor Cajuputs® candy secara sensori dan kemampuan anti-mikrobanya adalah MKP Mojokerto, Bupolo, dan Papua.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcFood Scienceid
dc.subject.ddcCajuput candyid
dc.subject.ddc2019id
dc.subject.ddcBogor-Jawa Baratid
dc.titleKompatibilitas Minyak Kayu Putih dari Daerah Papua, Mojokerto, Bupolo, Kuningan, dan Ponorogo sebagai Ingredien Flavor Cajuputs® candyid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordCajuputs® candyid
dc.subject.keywordkompatibilitasid
dc.subject.keywordmikrobiologiid
dc.subject.keywordsensoriid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record