Show simple item record

dc.contributor.advisorKustiyah, Lilik
dc.contributor.authorFadhila, Saffanah Nur
dc.date.accessioned2019-11-08T02:05:30Z
dc.date.available2019-11-08T02:05:30Z
dc.date.issued2019
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/99844
dc.description.abstractBeberapa penyebab terjadinya peningkatan prevalensi overweight dan obesitas pada remaja adalah perubahan kebiasaan makan terutama pada kuantitas dan kualitas konsumsi disertai dengan peningkatan konsumsi minuman berpemanis gula. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis keterkaitan antara kualitas konsumsi pangan dan konsumsi minuman berpemanis gula dengan kegemukan pada subjek remaja di kota Bogor. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional analytical study dan melibatkan sebanyak 88 sampel (44 subjek gemuk dan 44 subjek normal). Penelitian dilakukan pada bulan Maret-April 2019 di SMPN 5 Bogor. Data primer diperoleh melalui pengukuran antropometri (BB, TB, lingkar pinggang dan panggul serta persen lemak tubuh), 2 x 24 jam food recall, dan pengisian kuesioner (karakteristik subjek, karakteristik sosioekonomi keluarga, SQ-FFQ dari minuman berpemanis gula). Data dianalisis menggunakan WHO AnthroPlus, Microsoft Excel 2007 dan SPSS 16.0. Hasil penelitian menunjukkan kualitas konsumsi subjek yang menggunakan IGSK-60 memiliki perbedaan yang nyata (p<0.05) antara kedua kelompok subjek, dengan kelompok subjek gemuk memiliki skor IGSK-60 yang lebih buruk (26.1 ± 6.7). Status gizi pada kelompok subjek gemuk secara signifikan lebih besar pada pengukuran antropometri lingkar pinggang, rasio lingkar pinggang dan panggul serta persentase lemak tubuh. Total asupan gula serta konsumsi minuman berpemanis gula antar kedua kelompok subjek relatif sama. Kelompok subjek gemuk cenderung lebih banyak mengonsumsi total asupan gula (59.4 ± 82.4). Hubungan negatif secara signifikan ditemukan pada kualitas konsumsi dengan status gizi (z-score IMT/U, persen lemak tubuh dan lingkar pinggang). Hal ini menunjukkan bahwa semakin baik kualitas konsumsi, maka semakin normal status gizi subjek. Hubungan positif secara signifikan ditemukan antara frekuensi minuman gula berpemanis dan rasio lingkar pinggang dan panggul subjek (p<0.05). Hal ini menunjukkan bahwa semakin sering konsumsi minuman berpemanis gula, semakin besar rasio lingkar pinggang dan panggul subjek.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcNutrition Scienceid
dc.subject.ddcObesityid
dc.subject.ddc2017id
dc.subject.ddcBogor-Jawa Baratid
dc.titleKualitas Konsumsi Pangan dan Kaitannya dengan Kegemukan pada Remaja di Kota Bogorid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordKegemukanid
dc.subject.keywordkualitas konsumsiid
dc.subject.keywordminuman berpemanis gulaid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record