Perbedaan Parameter Proses dalam Sintesis Mono-Diasilgliserol (MDAG) dari Stearin Minyak Sawit dengan Metode Gliserolisis Skala Laboratorium.
View/ Open
Date
2019Author
Sumitra, Nurhadi Rahmat
Faridah, Didah Nur
Andarwulan, Nuri
Metadata
Show full item recordAbstract
Tahapan proses pemurnian crude palm oil (CPO) secara garis besar terdiri dari degumming, bleaching, filtration¸ deodorizing, dan fractionation. Pada akhir proses, minyak sawit yang dihasilkan terbagi menjadi dua, yaitu olein (fraksi cair) dan stearin (fraksi padat). Nilai jual stearin lebih rendah dibandingkan olein, sehingga diperlukan proses turunan stearin yang dapat meningkatkan nilai tambahnya, salah satunya adalah pengembangan produk emulsifier berbasis stearin. Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari perbedaan kecepatan pengadukan sebagai parameter proses dalam sintesis MDAG dengan metode gliserolisis pada skala laboratorium serta mengetahui karakteristik sifat fisikokimia produk MDAG yang dihasilkan. Parameter proses yang digunakan meliputi kecepatan pengadukan skala 3 dan 4, rasio stearin:gliserol pada 1:2.3, suhu reaksi 180 °C, waktu reaksi optimal selama 90 menit dan penambahan katalis NaOH 0.5%. Pembentukan MAG, DAG, dan penguraian TAG pada kecepatan pengadukan skala 4 mengikuti orde reaksi 0 dengan masing-masing nilai R2 sebesar 0.4053, 0.5833, dan 0.3588. Pada kecepatan pengadukan skala 3, pembentukan MAG dan DAG megikuti orde reaksi 0, sementara penguraian TAG mengikuti orde reaksi 1 dengan masing-masing nilai R2 sebesar 0.6551, 0.6114, dan 0.7708. Verifikasi sintesis MDAG menunjukkan ketepatan yang tinggi dengan nilai Coefficient of Variance (CV) yang lebih kecil dari 5%, yaitu 0.56% (MAG) dan 2.52% (DAG). Produk MDAG hasil verifikasi memiliki fraksi asilgliserol MAG, DAG, dan TAG sebesar 46.68±0.26%, 32.57±0.82%, dan 6.78±0.47%. Karakteristik sifat fisikokimia produk MDAG meliputi asam lemak produk MDAG dominan berupa 55.71±0.41% asam palmitat (C16:0) dan 29.48±0.15% asam oleat (C18:1 cis), 0.57±0.02% kadar air, 1.91±0.07% kadar asam lemak bebas, 6.08±0.04 mg/g bilangan iod, serta slip melting point pada kisaran suhu 48.5-50 °C.
