Karakteristik Fisikokimia Konsentrat Protein Tempe Kedelai dan Tempe Kecambah Kedelai
Abstract
Tempe merupakan pangan tradisional Indonesia yang memiliki kandungan
protein tinggi. Penduduk Indonesia gemar mengonsumsi tempe karena beberapa
alasan, yaitu harganya relatif murah dan gizinya tinggi. Tempe berpotensi untuk
diolah menjadi ingredien pangan, salah satunya adalah konsentrat protein. Tujuan
penelitian ini adalah mengetahui pengaruh jenis tepung tempe dan jenis pelarut
terhadap sifat fisik dan kimia konsentrat protein tempe. Perlakuan yang diterapkan
adalah variasi jenis tepung tempe (tepung tempe kedelai (TTK) dan tepung tempe
kecambah kedelai (TTKK)). Pelarut yang digunakan untuk maserasi terdiri dari
heksana dan etanol. Perlakuan dengan menggunakan pelarut etanol belum dapat
menghasilkan konsentrat protein seperti yang diharapkan karena kadar protein
yang dihasilkan kurang dari 65%. Konsentrat protein terbaik diperoleh dari
kombinasi perlakuan tepung tempe kecambah kedelai dengan pelarut n-heksana.
Kombinasi perlakuan tersebut menghasilkan rendemen 43.86%, kadar protein
72.78%, air 5.70%, lemak 2.8%, abu 2.48% dan karbohidrat 16.36%. Nilai
kecerahan (L*) 84.29, nilai kehijauan (a*) -0.16, nilai kekuningan (b*) 10.07,
Densitas kamba 0.52 g/mL, sudut repose 29.400 dan derajat putih 81.34.
