Show simple item record

dc.contributor.advisorKustiyah, Lilik
dc.contributor.authorChasanah, Fadzilla Musanti
dc.date.accessioned2018-11-12T06:36:19Z
dc.date.available2018-11-12T06:36:19Z
dc.date.issued2018
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/95024
dc.description.abstractPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan gizi ibu serta kebiasaan konsumsi gluten dan kasein dengan status gizi anak autis dan non-autis di Bogor. Studi Cross sectional ini dilakukan pada subyek autis dan non-autis berjumlah 70 anak yang dipilih secara purposive sampling. Data pengetahuan gizi ibu diperoleh melalui melalui kuesioner yang terdiri dari 10 pertanyaan tentang gizi secara umum dan 10 pertanyaan tentang pengaturan makan untuk anak autis. Data kebiasaan konsumsi gluten dan kasein diperoleh melalui Semi Quantitative-Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ) dan data konsumi pangan diperoleh melalui metode recall 2x24 jam. Data berat dan tinggi badan diukur secara langsung dan digunakan untuk mengestimasi status gizi subyek berdasarkan indikator IMT/U. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar subyek autis dan non autis adalah laki-laki, usia subyek autis signifikan (p<0.05) lebih muda (9.4 ± 1.9 tahun) daripada non-autis (10.9 ± 0.7 tahun). Pengetahuan gizi ibu subyek autis (78.9 ± 16.7) adalah signifikan (p<0.05) lebih tinggi daripada subyek non-autis (63.6 ± 16.5). Frekuensi konsumsi gluten dan kasein pada subyek autis adalah lebih jarang daripada subyek non-autis. Meskipun status gizi subyek autis dan non-autis tidak berbeda signifikan (p>0.05), namun yang gemuk pada subyek autis (40%) hampir 2 kali lipat daripada subyek non autis (22.9%). Terdapat hubungan signifikan antara usia subyek (p=0.022, r=0.274) dengan konsumsi gluten, besar keluarga (p=0.021, r=0.276) dengan konsumsi kasein, usia ibu (p=0.025, r=0.267), pendidikan ibu (p=0.002, r=0.370), dan pendapatan keluarga (p=0.001, r=0.373) dengan pengetahuan gizi ibu. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi usia subyek semakin tinggi pula konsumsi gluten dan semakin tinggi besar keluarga maka semakin tinggi konsumsi kasein. Selain itu, ibu yang memiliki usia, pendidikan dan pendapatan keluarga yang lebih tinggi akan memiliki pengetahuan gizi yang lebih baik. Tidak terdapat hubungan signifikan (p>0.05) antara pengetahuan gizi ibu dengan kebiasaan konsumsi gluten dan kasein, konsumsi gluten dan kasein dengan tingkat kecukupan energi dan zat gizi dan juga antara tingkat kecukupan energi dan zat gizi dengan status gizi subyek.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agriculture University (IPB)id
dc.subject.ddcNutrition Scienceid
dc.subject.ddcKnowledge Nutritionid
dc.subject.ddc2018id
dc.subject.ddcBogor-Jawa Baratid
dc.titleHubungan antara pengetahuan gizi ibu serta kebiasaan konsumsi Gluten dan Kasein dengan status gizi Anak Autis dan Non-Autis di Bogorid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordautisid
dc.subject.keywordpengetahuan gizi ibuid
dc.subject.keywordkonsumsi gluten dan kaseinid
dc.subject.keywordstatus giziid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record