| dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara densitas energi MP-ASI dengan kejadian morbiditas dan status gizi baduta. Desain penelitian adalah cross sectional study yang melibatkan 76 anak. Data riwayat ASI dan MP-ASI, serta morbiditas dikumpulkan dengan metode wawancara serta densitas energi MP-ASI diukur berdasarkan data recall 1x24 jam. Sebanyak 67.1% subjek mulai dikenalkan MP-ASI pada usia 6 bulan. Mayoritas subjek yang masih diberikan ASI dengan frekuensi makan 3 kali sehari memiliki densitas energi (meal) dari MP-ASI lebih tinggi dari yang direkomendasikan PAHO,WHO, dan UNICEF 2013 tetapi tingkat kecukupan zat gizi makro maupun mikro MP-ASI subjek masih tergolong defisit. Kejadian morbiditas subjek dalam 3 bulan terakhir tergolong rendah (<21) dengan jenis penyakit yang sering diderita adalah pilek, demam, dan batuk. Persentase gizi kurang (19.7%) pada penelitian ini lebih tinggi dibandingnkan dengan prevalensi gizi kurang di Bogor (14.3%). Status gizi saat ini berhubungan dengan BB saat lahir dan tidak diberikan prelakteal. Kejadian morbiditas berhubungan dengan frekuensi pemberian makan pada usia 12-24 bulan. | id |