Show simple item record

dc.contributor.advisorLioe, Hanifah Nuryani
dc.contributor.authorSari, Suci Pusfa
dc.date.accessioned2018-09-03T03:02:22Z
dc.date.available2018-09-03T03:02:22Z
dc.date.issued2018
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/93576
dc.description.abstractPengolahan pangan siap saji dapat menggunakan suhu tinggi yaitu proses penggorengan dan pemanggangan. Pengolahan ini dapat menghasilkan kontaminan yang bersifat toksik bagi tubuh. Salah satu kontaminan hasil proses panas yang dapat terbentuk ialah kloropropanol. Kloropropanol yang paling sering ditemukan sebagai kontaminan dalam produk pangan adalah senyawa 1,3-dikloro-2-propanol (1,3-DCP). Kontaminan 1,3-DCP terbentuk akibat adanya reaksi antara ion klorida dengan gliserol dan golongan lipid lainnya yang terdapat pada bahan pangan. Tingkat konsumsi makanan siap saji masyarakat urban yang tinggi, kemungkinan meningkatkan risiko paparan 1,3-DCP. Penelitian ini bertujuan mengetahui konsentrasi 1,3-DCP dalam makanan siap saji menggunakan metode gas chromatography-mass spectrometer (GC-MS) tervalidasi dan menentukan paparan 1,3-DCP melalui data primer konsentrasi 1,3-DCP hasil analisis dan data sekunder jumlah konsumsi makanan siap saji serta mengetahui karakteristik risikonya. Sampel yang digunakan adalah makanan siap saji yang terdiri dari 24 makanan yang setiap jenis makanannya merupakan komposit dari 3 rumah makan berbeda. Sampel makanan siap saji diperoleh dari wilayah Jakarta yang mewakili daerah urban. Hasil analisis menunjukkan 11 dari 24 sampel mengandung senyawa 1,3-DCP. Sampel dengan kandungan 1,3-DCP tertinggi adalah oncom yaitu 301 ng/g sampel dalam basis basah. Dalam penelitian ini ditemukan beberapa makanan yang yang memiliki konsentrasi 1,3-DCP di bawah limit deteksi metode (MDL) yaitu 54 ng/g basis basah. Sehingga perhitungan paparan dilakukan pada tiga skenario yaitu skenario lower bound dengan membuat konsentrasi 1,3-DCP yang tidak terdeteksi sebagai 0 ng/g, kemudian medium bound membuat konsentrasi 1,3-DCP sebagai 0.5 MDL dan upper bound membuat konsentrasi 1,3-DCP sama dengan MDL. Paparan 1,3- DCP dari konsumsi makanan siap saji masyarakat urban pada lower bound yaitu 240 ng/kg berat badan/hari, pada medium bound 377 ng/kg berat badan/hari dan pada skenario upper bound 514 ng/kg berat badan/hari. Karakteristik risiko paparan pada penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif Margin of Exposure (MOE) dengan nilai BMDL10 3300000 ng/kg berat badan/hari. Nilai MOE dihitung dengan membagi nilai BMDL10 yang digunakan dengan estimasi total paparan pada masing-masing skenario. Nilai MOE paparan 1,3-DCP dalam makanan siap saji pada skenario lower bound adalah 13750, sedangkan pada skenario medium bound adalah 8756 dan pada skenario upper bound 6420 (lebih kecil dari 10000). Sehingga paparan 1,3-DCP dalam makanan siap saji pada masyarakat urban pada skenario medium dan upper bound harus mendapat perhatian mengenai keamanannya karena memiliki risiko genotoksik dan karsinogenik. Selain itu, paparan 1,3-DCP dalam makanan siap saji pada masyarakat urban pada skenario lower,medium dan upper bound tergolong dalam high level intake (lebih kecil dari 24000), sehingga berisiko membahayakan kesehatan.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcFood technologyid
dc.subject.ddcFast foodid
dc.subject.ddc2017id
dc.subject.ddcBogor-Jawa Baratid
dc.titlePaparan Senyawa Kontaminan 1,3-Dikloro-2-propanol dalam Makanan Siap Saji pada Masyarakat Urbanid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keyword1,3-DCPid
dc.subject.keywordGC-MSid
dc.subject.keywordkontaminan panganid
dc.subject.keywordmakanan siap sajiid
dc.subject.keywordpaparanid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record