Show simple item record

dc.contributor.advisorDewanti-Hariyadi, Ratih
dc.contributor.advisorNovinar
dc.contributor.authorAnanda, Rosalia Riski
dc.date.accessioned2017-05-31T10:25:02Z
dc.date.available2017-05-31T10:25:02Z
dc.date.issued2016
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/87098
dc.description.abstractTingkat keamanan pangan suatu negara dapat dilihat dari banyaknya Kejadian Luar Biasa (KLB) keracunan pangan di negara tersebut. Jenis pangan penyebab KLB keracunan pangan terbesar di Indonesia periode tahun 2010-2014 adalah makanan rumah tangga, yaitu sebanyak 192 kejadian (41 %). Rendahnya praktik penanganan pangan yang baik diduga merupakan faktor penyebab KLB dan perlu adanya intervensi sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran dan perilaku penanganan pangan, khususnya pada ibu rumah tangga. Ibu rumah tangga sebagai konsumen akhir pada rantai pangan berperan penting dalam pencegahan keracunan pangan, khususnya di dalam pemilihan, penyimpanan dan penanganan produk pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan metode intervensi yang dilakukan terhadap pengetahuan dan perilaku keamanan pangan responden. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan pendekatan eksperimen semu. Desain penelitiannya menggunakan one group before and after intervention design dengan masing-masing 10 responden pada setiap kelompok perlakuan. Penentuan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Pengumpulan data melalui wawancara langsung kepada responden dengan menggunakan kuesioner. Intervensi yang diberikan berupa edukasi keamanan pangan yang dilaksanakan dengan tiga metode yang berbeda, yaitu presentasi, presentasi dan diskusi serta presentasi, diskusi dan permainan ular tangga keamanan pangan desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan (64 %) dan perilaku (60 %) responden sebelum intervensi berada dalam kategori baik. Pemberian intervensi edukasi keamanan pangan terbukti dapat meningkatkan rata-rata skor pengetahuan dan perilaku ibu rumah tangga secara signifikan pada ketiga kelompok perlakuan. Perlakuan dengan metode presentasi dan diskusi merupakan kelompok yang paling efektif. Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 16.20 ± 2.48 menjadi 20.80 ± 1.75. Sedangkan ratarata skor perilaku meningkat dari 46.40 ± 4.35 menjadi 51.30 ± 3.09. Umur responden tidak berpengaruh terhadap pengetahuan keamanan pangan, namun berkorelasi terbalik dengan perilaku responden.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcFood sciencesid
dc.subject.ddcFood safeguardingid
dc.subject.ddc2016id
dc.title. Pengaruh Metode Intervensi Terhadap Pengetahuan Dan Perilaku Ibu Rumah Tangga Di Desa Puraseda Tentang Keamanan Panganid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordibu rumah tanggaid
dc.subject.keywordintervensiid
dc.subject.keywordkeamanan panganid
dc.subject.keywordpengetahuanid
dc.subject.keywordperilakuid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record