View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agricultural Technology
      • UT - Food Science and Technology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agricultural Technology
      • UT - Food Science and Technology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Penentuan Parameter Kimia Oksidasi Kacang Kupas (Ose) Selama Penyimpanan Skala Laboratorium

      Thumbnail
      View/Open
      Full text (1.227Mb)
      Date
      2016
      Author
      Muhammad, Afrian Fachri
      Fardiaz, Dedi
      Halim, Djunaidi
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Kacang kupas (ose) mudah mengalami oksidasi selama penyimpanan. Pengukuran oksidasi biasanya dilakukan menggunakan parameter sensori yang bersifat subjektif, sehingga perlu mencari parameter kimia (Oil Stability Index (OSI), Peroxide Value (PV), dan Thiobarbituric Acid (TBA)) untuk mewakili oksidasi selama penyimpanan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui parameter kimia yang dapat mewakili oksidasi ose selama penyimpanan dan nilai batas penerimaan parameter terpilih. Penelitian ini dilakukan dengan beberapa tahap, yaitu persiapan ose, penyimpanan ose (ruangan bersuhu 23-25 oC dan inkubator bersuhu 45 oC), analisis ose, evaluasi data analisis serta pengambilan kesimpulan. Analisis proksimat (air, karbohidrat, protein, lemak, dan abu) untuk karakterisasi ose, sedangkan analisis OSI, PV, dan TBA untuk pengukuran oksidasi setiap dua minggu. Parameter kimia dipilih dengan melihat nilai korelasi parameter kimia-sensori tertinggi, sedangkan nilai batas penerimaan dihitung menggunakan persamaan linear. Hasil analisis proksimat ose yang digunakan menunjukkan kadar lemak sejumlah 42.49% dan kandungan karbohidrat by difference 25.90%. Hasil perhitungan nilai korelasi parameter kimia dengan sensori untuk penyimpanan 23-25 oC adalah: OSI-sensori pada suhu 110, 120, dan 130 oC berturut-turut adalah -0.137, 0.070, -0.612; PV-sensori dan TBA-sensori masing-masing adalah -0.518 dan -0.784. Sedangkan, pada suhu penyimpanan 45 oC nilai korelasinya adalah: OSI-sensori pada suhu 110, 120, dan 130 oC berturut-turut 0.425, 0.697, 0.102; PV-sensori dan TBA-sensori masing-masing -0.528, dan -0.740. Parameter TBA-sesori memiliki nilai korelasi tertinggi dan memiliki hubungan yang sesuai pada kedua suhu penyimpanan, sehingga TBA merupakan parameter kimia untuk mewakili kualitas oksidasi ose selama penyimpanan enam minggu. Nilai batas maksimal penerimaan ose dengan parameter kimia tidak dapat diperoleh menggunakan persamaan garis antara parameter sensori dan kimia.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/87060
      Collections
      • UT - Food Science and Technology [3623]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository