| dc.description.abstract | Sorgum (Sorghum bicolor) memiliki potensi untuk digunakan sebagai
pangan alternatif sumber karbohidrat dalam upaya mewujudkan program
diversifikasi pangan nasional. Permasalahan yang dihadapi untuk dapat
menjadikan sorgum sebagai pangan alternatif adalah belum banyak tersedianya
produk olahan sorgum, serta belum terbiasanya masyarakat Indonesia
mengonsumsi sorgum. Penelitian ini bertujuan mengolah biji sorgum sosoh
menjadi sereal instan yang bersifat ready-to-eat, kemudian mengkarakterisasinya.
Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap
(RAL) faktorial dengan dua faktor yaitu penyangraian (80⁰C selama 10 menit dan
15 menit), dan pengukusan (selama 30, 40, dan 50 menit). Bahan baku yang
digunakan adalah sorgum varietas Samurai 1 yang telah disosoh. Pada taraf nyata
0,05 lama waktu penyangraian berpengaruh nyata terhadap kadar total tanin,
kapasitas antioksidan, dan warna produk sereal instan sorgum sosoh yang
dihasilkan. Semakin lama waktu penyangraian, nilai kadar tanin dan kapasitas
antioksidan produk sereal instan sorgum sosoh semakin menurun, sedangkan
warnanya semakin tidak coklat. Pada taraf nyata yang sama, lama waktu
pengukusan berpengaruh nyata terhadap kapasitas penyerapan air, kadar pati
resisten, dan warna produk sereal instan sorgum sosoh yang dihasilkan. Semakin
lama waktu pengukusan, kapasitas penyerapan air sereal instan sorgum sosoh
semakin meningkat, kadar pati resistennya semakin menurun, tingkat kecerahan
produk semakin menurun dan warnanya semakin coklat. Hasil uji rating hedonik
menunjukkan bahwa produk sereal instan sorgum sosoh dengan penyangraian
80⁰C selama 15 menit dan pengukusan selama 50 menit memiliki tingkat
penerimaan konsumen terbaik diantara produk sereal instan sorgum sosoh lainnya
dengan nilai penerimaan secara overall sebesar 4,03 (skala 1-7). Tingkat
penerimaan produk sereal instan sorgum sosoh terbaik masih belum setara dengan
sereal oat instan komersial yang memiliki nilai penerimaan secara overall sebesar
5,78. Produk terbaik memiliki komposisi kadar abu 0,38±0,03% (bk), kadar
protein 6,48±0,87% (bk), kadar lemak 0,7±0,24% (bk), kadar karbohidrat
92,44±1,14% (bk), serta kadar total serat pangan 8,29±0,69% (bk). Kadar serat
pangan yang cukup tinggi menunjukkan bahwa produk sereal instan sorgum sosoh
juga berpotensi untuk dijadikan pangan fungsional tinggi serat. | id |