Show simple item record

dc.contributor.advisorSugiyono
dc.contributor.advisorPrangdimurti, Endang
dc.contributor.authorAshari, Gilang Indy
dc.date.accessioned2017-05-23T02:15:36Z
dc.date.available2017-05-23T02:15:36Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/85390
dc.description.abstractSorgum (Sorghum bicolor) memiliki potensi untuk digunakan sebagai pangan alternatif sumber karbohidrat dalam upaya mewujudkan program diversifikasi pangan nasional. Permasalahan yang dihadapi untuk dapat menjadikan sorgum sebagai pangan alternatif adalah belum banyak tersedianya produk olahan sorgum, serta belum terbiasanya masyarakat Indonesia mengonsumsi sorgum. Penelitian ini bertujuan mengolah biji sorgum sosoh menjadi sereal instan yang bersifat ready-to-eat, kemudian mengkarakterisasinya. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor yaitu penyangraian (80⁰C selama 10 menit dan 15 menit), dan pengukusan (selama 30, 40, dan 50 menit). Bahan baku yang digunakan adalah sorgum varietas Samurai 1 yang telah disosoh. Pada taraf nyata 0,05 lama waktu penyangraian berpengaruh nyata terhadap kadar total tanin, kapasitas antioksidan, dan warna produk sereal instan sorgum sosoh yang dihasilkan. Semakin lama waktu penyangraian, nilai kadar tanin dan kapasitas antioksidan produk sereal instan sorgum sosoh semakin menurun, sedangkan warnanya semakin tidak coklat. Pada taraf nyata yang sama, lama waktu pengukusan berpengaruh nyata terhadap kapasitas penyerapan air, kadar pati resisten, dan warna produk sereal instan sorgum sosoh yang dihasilkan. Semakin lama waktu pengukusan, kapasitas penyerapan air sereal instan sorgum sosoh semakin meningkat, kadar pati resistennya semakin menurun, tingkat kecerahan produk semakin menurun dan warnanya semakin coklat. Hasil uji rating hedonik menunjukkan bahwa produk sereal instan sorgum sosoh dengan penyangraian 80⁰C selama 15 menit dan pengukusan selama 50 menit memiliki tingkat penerimaan konsumen terbaik diantara produk sereal instan sorgum sosoh lainnya dengan nilai penerimaan secara overall sebesar 4,03 (skala 1-7). Tingkat penerimaan produk sereal instan sorgum sosoh terbaik masih belum setara dengan sereal oat instan komersial yang memiliki nilai penerimaan secara overall sebesar 5,78. Produk terbaik memiliki komposisi kadar abu 0,38±0,03% (bk), kadar protein 6,48±0,87% (bk), kadar lemak 0,7±0,24% (bk), kadar karbohidrat 92,44±1,14% (bk), serta kadar total serat pangan 8,29±0,69% (bk). Kadar serat pangan yang cukup tinggi menunjukkan bahwa produk sereal instan sorgum sosoh juga berpotensi untuk dijadikan pangan fungsional tinggi serat.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)id
dc.subject.ddcFood technologyid
dc.subject.ddcSereal Technologyid
dc.subject.ddc2016id
dc.subject.ddcBogor-Jawa Baratid
dc.titlePembuatan dan Karakterisasi Produk Sereal Instan Berbahan Dasar Sorgum (Sorghum bicolor) Sosoh.id
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordsorgum sosohid
dc.subject.keywordsereal instanid
dc.subject.keywordpenyangraianid
dc.subject.keywordpengukusanid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record