Show simple item record

dc.contributor.advisorArkeman, Yandra
dc.contributor.advisorSunarti, Titi Candra
dc.contributor.authorPurwati, Riantika
dc.date.accessioned2014-12-11T03:30:30Z
dc.date.available2014-12-11T03:30:30Z
dc.date.issued2014
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/71264
dc.description.abstractKetersediaan daun nenas di Indonesia saat ini memiliki potensi lahan sebesar 61 277 ha yang setara bobot daun nenas sebesar 1 838 280 ton. Limbah daun nenas memiliki nilai tambah untuk dikembangkan menjadi bahan baku benang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peluang bisnis pendirian industri serat staple dan industri pemintalan benang di Indonesia dan merancang strategi penyediaan serat daun nenas. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dan wawancara. Penentuan strategi menggunakan metode Fuzzy Analytical Hirearchy Process. Skenario pertama yaitu industri pengolah serat staple, memiliki nilai NPV positif sebesar Rp 7 247 415 037; nilai IRR 80%; dan nilai Net B/C 1.08. Skenario kedua yaitu industri pemintalan benang berbahan baku serat staple daun nenas, menunjukkan NPV bernilai positif sebesar Rp 3 447 238 432; nilai IRR 48%, nilai Net B/C 1.07. Kedua skenario dinyatakan layak untuk dijalankan. Strategi operasional yang terpilih adalah subsidi benih dan pupuk untuk memaksimalkan produksi daun nenas; dan kemitraan dengan perusahaan swaata untuk memaksimalkan keuntungan.en
dc.language.isoid
dc.subject.ddcAgroindustrial Technologyen
dc.subject.ddcPineapplesen
dc.subject.ddc2014en
dc.subject.ddcBogor-Jawa Baraten
dc.titleStrategi Penyediaan Bahan Baku Daun Nenas Untuk Menunjang Industri Pemintalan Benangen
dc.subject.keywordstrategi penyediaan daun nenasen
dc.subject.keywordserat stapleen
dc.subject.keywordbenangen
dc.subject.keywordfuzzy analytical hierarchy processen


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record