View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Animal Science
      • UT - Animal Production Science and Technology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Animal Science
      • UT - Animal Production Science and Technology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Hubungan Produksi Susu Sapi Perah Friesian Holstein dengan Service Per Conception di Wilayah KPSBU Lembang

      Thumbnail
      View/Open
      fullteks (935.2Kb)
      Date
      2010
      Author
      Pujiastuti, Evi
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Reproduksi merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi produktivitas sapi khususnya sapi perah. Efisiensi reproduksi yang baik akan menghasilkan produktivitas yang tinggi. Efisiensi dipengaruhi oleh manajemen pemeliharaan. Efisiensi yang buruk ditandai dengan interval kelahiran yang lebih panjang, pengurangan produksi susu per ekor per tahun dan pertambahan jumlah sapi yang afkir dalam keadaan gagal bunting. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efisiensi reproduksi sapi perah FH di KPSBU Lembang dan mengetahui hubungan antara produksi susu dengan service per conception serta hubungan antara populasi laktasi dengan produksi susu per tahun. Diharapkan dari hasil penelitian ini peternak mampu memperbaiki sistem pemeliharaan pada sapi perah FH agar mampu meningkatkan efisiensi reproduksi yang dapat meningkatkan produksi susu pada sapi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi reproduksi di KPSBU Lembang tergolong kurang baik dengan rataan S/C per tahun yang mencapai 3,92±1,49. S/C yang tinggi disebabkan kesuburan hewan betina yang semakin rendah. S/C yang tinggi menyebabkan masa kosong dan calving interval sangat panjang bahkan hampir melebihi 2 kali lipat dari nilai ideal yaitu 365 hari. Interval kawin pertama setelah beranak mencapai 119,87±88,86 hari. Pelayanan teknis dari inseminator, kualitas semen dan keadaan sapi yang kurang baik serta pemberian pakan yang tidak sesuai dengan kebutuhan sapi akan menyebabkan kegagalan kebuntingan sehingga terjadi kawin berulang.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/63006
      Collections
      • UT - Animal Production Science and Technology [4043]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository