| dc.description.abstract | Perkembangan produk makanan ringan di Amerika Serikat, berawal dari industri pretzel (1861), pembuatan potato chips (1890), dan sampai sekarang telahh menghasilkan berbagai macam produk. Menurut data penjualan dari Snack Food & Wholesale Bakery untuk daerah Amerika Serikat pada tahun 1999 mencapai 19.37 triliun US $ (SF&WB, 2000). Perkembangan ini diikuti dengan perkembangan teknologi, baik dalam proses, jenis seasoning, kemasan, kandungan nutrisi, efeknya bagi kesehatan dan lain-lain. Aplikasi seasoning berkembang tidak hanya jenisnya saja namun sampai optimasi kelekatan seasoning. Produk makanan ringan yang baik adalah produk yang memiliki kelekatan seasoning yang optimal. Kelekatan seasoning yang buruk dapat menghasilkan rontokan yang akan berpengaruh pada hal lain, diantaranya efisiensi biaya dan waktu, mutu produk, dan pembersihan alat. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kelekatan seasoning pada produk makanan ringan di PT Garudafood. Produk makanan ringan yang teliti adalah tortilla fabrikasi yang terbuat dari bahan dasar jagung yang dicampur dengan bahan-bahan lainnya. Beberapa faktor yang diperkirakan mempengaruhi kelekatan seasoning pada produk makanan ringan, diantaranya: base produk, jenis seasoning, suhu aplikasi, teknik aplikasi, dosis aplikasi, holding time, dan mechanical stress. Dari beberapa faktor yang telah disebutkan, maka dipilih tiga faktor utama yang diteliti yaitu teknik aplikasi, suhu aplikasi, serta dosis aplikasi. Penelitian awal dimulai dengan menentukan kombinasi suhu dengan dosis aplikasi yang menghasilkan kelekatan terbaik, masing-masing terdapat tiga variasi, untuk suhu: 500C, 700C, 900C dan untuk dosis aplikasi 5%, 6%, 7%. Tahap selanjutnya yaitu aplikasi oil spray untuk meningkatkan kelekatan seasoning pada base produk makanan ringan dengan tiga variasi dosis 0.3 %, 0.4 %, dan 0.5 %. Percobaan dilakukan dengan menggunakan simulasi seperti yang terdapat di pabrik, yaitu simulasi tumbler kemudian dilanjutkan dengan simulasi siever dan yang terakhir simulasi weighing. Data yang dihasilkan untuk produk tortilla dengan seasoning keju, semakin tinggi suhu aplikasi maka semakin rendah rontokan yang dihasilkan namun perbandingan rontokan seasoning dan rontokan base semakin besar. Dari ketiga tahap simulasi diperoleh hasil tahap weighying menghasilkan rontokan terbesar diikuti tahap tumbler dan yang terkecil yaitu tahap siever. Jika melihat perbandingan antara rontokan base dan rontokan seasoning maka persentase rontokan seasoning lebih besar daripada rontokan base pada ketiga tahap simulasi. | en |