Show simple item record

dc.contributor.advisorDamayanthi, Evy
dc.contributor.authorNirmala, Lalitya Citta
dc.date.accessioned2012-08-01T03:26:58Z
dc.date.available2012-08-01T03:26:58Z
dc.date.issued2012
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/56275
dc.description.abstractMinyak bekatul telah dikenal memiliki efek hipokolesterolemik oleh karena kandungan -oryzanol di dalamnya dan dikembangkan menjadi minuman fungsional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari kebiasaan subyek mengonsumsi makanan sumber lemak, menganalisis kandungan asam lemak minuman ready to drink minyak bekatul-cokelat, serta efeknya terhadap profil lipid plasma pada mahasiswa obes. Desain penelitian yang digunakan adalah pre-eksperimental studi dengan one group pretest-posttest design menggunakan enam mahasiswa dan enam mahasiswi IPB. Setiap subyek diberikan dua gelas setiap harinya atau setara dengan 57.6 mg γ-oryzanol. Tidak terdapat perbedaan signifikan terhadap konsumsi kebiasaan makan sumber lemak subyek pada masa sebelum dan selama masa intervensi. Asam lemak dominan pada minuman emulsi ready to drink minyak bekatul-cokelat adalah asam oleat sebanyak 32.57%, asam linoleat sebanyak 28.44% dan asam palmitat sebanyak 17.51%. Kadar total kolesterol dan kolesterol LDL secara signifikan menurun sebesar 21.2 mg/dl and 18.7 mg/dl, sedangkan kadar kolesterol HDL dan trigliserida tidak mengalami perubahan signifikan. Secara umum minuman bermanfaat bagi kesehatan yaitu dengan cara menurunkan kadar kolesterol dan kolesterol-LDL plasma mahasiswa obes.en
dc.subjectBogor Agricultural University (IPB)en
dc.subjectprofil lipid plasma.en
dc.subjectobesen
dc.subjectminyak bekatulen
dc.subjectminumanen
dc.titlePengaruh Intervensi Minuman Emulsi Ready to Drink Minyak Bekatul – Cokelat Terhadap Profil Lipid Mahasiswa Obesen


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record