Pengaruh Konsumsi, Status Gizi, dan Aktivitas Sehari-hari dengan Prestasi Belajar Murid Akselerasi SD Islam PB Sudirman Jakarta
Influence of consumption, nutritional status, and daily activities to acceleration student learning achievement in elementary schools of Islamic PB Sudirman Jakarta.
Date
2011Author
Maulanaputri, Ossiriadewi
Anwar, Faisal
Ekayanti, Ikeu
Metadata
Show full item recordAbstract
In general, this study aims to analyze consumption patterns, nutritional status, activity patterns, as well as its relationship with student learning achievement in primary schools of Islamic acceleration PB Sudirman Jakarta. Subjects in this study consisted of two groups, namely the acceleration of fourth-grade students in fifth grade to the accelerated program and fifth grade students who follow a regular program. Sampling occurs on the basis of class and randomly selected by cluster random method. The number of 5 th grade students of Islam PB Sudirman is 307 children divided into two learning systems. In the early stages of sample selection, random cluster method performed on each method of learning. From the results of the randomization, each derived class one regular and one-class acceleration. The total sample in this study as many as 59 students consisting of 19 acceleration students and 40 regular students. Research methods including interviewing subjects to determine the characteristics of the subjects and its parent, eating habits, food consumption, patterns of student activity; and direct measurements to determine the nutritional status of students. Student learning achievement data obtained based on the student report cards. Results showed that parental education, age, sufficient levels of vitamin A, the frequency and amount of carbohydrate and animal protein intake, the amount of consumption of fruits and milk, the allocation of time to watching television, and learning achievement both groups significantly different (p <0.05). Test results of multiple linear regression analysis showed that the variables that affect student achievement are age, number of fruit consumption (grams per one meal), the allocation of time to sleep at night, sufficient levels of vitamin A, and the amount of carbohydrate intake (grams per one meal). Rendahnya kualitas sumber daya manusia di Indonesia akibat pembangunan Indonesia beberapa tahun lalu lebih terpusat pada upaya mengejar pertumbuhan ekonomi, sehingga pendidikan terabaikan (Siswono 2003). Namun, saat ini pendidikan di Indonesia sudah menjadi salah satu fokus utama pemerintah dalam upaya nmeningkatkan kualitas sumber daya manusia. Hal tersebut dapat dilihat bahwa dana alokasi untuk pendidikan mencapai 20% dari anggaran belanja Negara. Untuk menciptakan SDM yang berkualitas, terdapat banyak faktor yang harus diperhatikan antara lain masalah gizi, pendidikan, kesehatan, informasi, dan teknologi. Pendidikan di Indonesia sudah menjadi kebutuhan dasar minimal seseorang yang harus dimiliki. Sekolah dasar sebagai pendidikan dasar untuk anak usia 6-12 tahun pada umumnya akan ditempuh dalam waktu 6 tahun. Akan tetapi, beberapa tahun belakangan ini mulai diadakan suatu program pembelajaran dimana murid dapat menempuh waktu belajar di sekolah lebih cepat (Akselerasi). Program akselerasi dikhususkan bagi murid yang memiliki kecerdasan spesial untuk dapat memaksimalkan kecerdasan yang dimilikinya. Pengklasifikasian murid berdasarkan kelas akselerasi dan kelas regular mengisyaratkan adanya perbedaan kecerdasan murid, walaupun sebenarnya hal tersebut belum dapat dipastikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola konsumsi, status gizi, pola aktivitas, serta hubungannya dengan prestasi belajar murid akselerasi di SD Islam PB Sudirman Jakarta. Tujuan khusus dari penelitian ini adalah: (1) Mengidentifikasi karakteristik keluarga dan karakteristik siswa akselerasi dan regular SD Islam PB Sudirman Jakarta, (2) Menganalisis pola konsumsi dan status gizi siswa akselerasi dan regular SD Islam PB Sudirman Jakarta, (3) Menganalisis pola aktivitas siswa akselerasi dan regular SD Islam PB Sudirman Jakarta, dan (4) Menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa. Desain penelitian ini menggunakan desain cross sectional study. Penelitian ini dilakukan selama 3 bulan dari bulan Maret, April, dan Juni 2011 di SD Islam PB Sudirman, Jakarta Timur. Pengambilan tempat dilakukan secara purposive. Pengambilan sampel dilakukan secara acak dengan metode random cluster. Pengacakan dilakukan pada kedua kelompok, sehingga terpilih 40 siswa reguler dan 19 siswa akselerasi. Pada umumnya, tingkat pendidikan orangtua siswa adalah sarjana (S1), Hasil uji beda independent sample t-test menunjukkan bahwa pendidikan orangtua kedua kelompok berbeda nyata (p<0.05). Hasil analisis uji korelasi spearman menunjukkan terdapat hubungan nyata antara pendidikan ayah (r=0.293; p=0.024) dan pendidikan ibu (r=0.445; p=0.000) dengan prestasi belajar anak. Proporsi terbesar pekerjaan ayah siswa sebagai pegawai swasta dan ibu sebagai ibu rumah tangga. Sebagian besar pendapatan ayah siswa > Rp 4.000.000 per bulan, sedangkan ibu tidak berpenghasilan. Hasil analisis uji korelasi spearman menunjukkan terdapat hubungan nyata antara pendapatan ayah dengan prestasi belajar anak (r=0.272 p=0.037). Sebagian besar keluarga siswa tergolong keluarga menengah. Sebagian besar siswa mulai masuk sekolah dasar pada umur <6 tahun, berusia 10 tahun, berjenis kelamin laki-laki, dan memiliki uang saku berkisar antara Rp 5.000 sampai Rp 10.000. Hasil analisis korelasi spearman menunjukkan terdapat hubungan negatif antara umur dengan prestasi belajar anak dalam penelitian ini (r=-0.244; p=0.063). Rata-rata tingkat kecukupan Energi, Protein, Zat besi, dan Vitamin A tergolong normal, sedangkan Vitamin C tergolong kurang. Hasil uji beda menunjukkan bahwa tingkat kecukupan Vitamin A siswa kedua kelompok berbeda nyata (p<0.05). Pada penelitian ini, tingkat kecukupan vitamin A berhubungan nyata dengan prestasi belajar (r=0.401; p=0.002). Rata-rata frekuensi dan jumlah konsumsi pangan sumber karbohidrat, protein hewani, protein nabati, sayuran, buah-buahan, dan susu siswa akselerasi lebih besar daripada siswa reguler. Hasil uji beda menunjukkan bahwa frekuensi dan jumlah konsumsi pangan sumber karbohidrat dan protein hewani, serta jumlah konsumsi buah dan susu siswa kedua kelompok berbeda nyata. Pada penelitian ini, jumlah konsumsi karbohidrat, buah, dan susu (gram per satu kali makan), serta frekuensi konsumsi protein hewani berhubungan dengan prestasi belajar siswa. Alokasi waktu terbesar siswa digunakan untuk tidur malam, sedangkan alokasi waktu terkecil digunakan untuk les. Hasil uji statistik menunjukkan alokasi waktu tidur malam dan olahraga berhubungan dengan prestasi belajar, dengan nilai r=-0.295; p=0.023 untuk olahraga dan r=-0.313; p=0.016 untuk tidur malam. Rata-rata tingkat kehadiran sekolah siswa akselerasi lebih kecil daripada siswa reguler. Rata-rata ketidak hadiran siswa akselerasi dengan alasan sakit lebih besar dibandingkan siswa reguler. Hasil uji beda menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan nyata mengenai tingkat kehadiran dan ketidak hadiran karena sakit siswa kedua kelompok (p>0.05). Sebagian besar siswa pada kelas akselerasi (78.95%) dan kelas reguler (76%) telah memiliki 4 dari 5 fasilitas belajar yang ditanyakan. Berdasarkan hasil uji beda independent sample t-test, tidak terdapat perbedaan yang nyata antara kedua kelompok mengenai fasilitas belajar yang dimiliki (p>0.05). Hasil uji korelasi spearman menunjukkan tidak terdapat hubungan nyata antara fasilitas belajar siswa dengan prestasi belajar siswa (p>0.05). Pada penelitian ini, status gizi kedua kelompok tidak berbeda nyata (p>0.05). Sebagian besar siswa berstatus gizi normal. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa status gizi tidak berhubungan dengan prestasi belajar (p>0.05). Prestasi belajar siswa secara umum dipengaruhi oleh umur, jumlah konsumsi buah (gram per satu kali makan), alokasi waktu untuk tidur malam, tingkat kecukupan vitamin A, serta jumlah konsumsi karbohidrat (gram per satu kali makan).
Collections
- UT - Nutrition Science [3184]
