Pengaruh Kondisi Pemanasan Basah terhadap Penurunan Kadar Aflatoksin
| dc.contributor.author | Avierta, Vita Novia | |
| dc.date.accessioned | 2011-02-02T06:43:07Z | |
| dc.date.available | 2011-02-02T06:43:07Z | |
| dc.date.issued | 1994 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/42448 | |
| dc.description.abstract | Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari pengaruh pemanasan basah, yaitu pengukusan (95˚ C), perebusan (100˚), dan pemanasan bertekanan (otoklaf, 121˚), terhadap kandungan aflatoksin. Pengukusan dilakukan pada suhu 95˚ C dengan interval waktu 25 menit (0-125 menit), perebusan pada suhu 100˚ C dengan selang waktu 10 menit (0-50 menit) dan pemanasan bertekanan pada suhu 121˚ C dengan selang waktu 5 menit (0-25 menit). | en |
| dc.publisher | IPB (Bogor Agricultural University) | |
| dc.title | Pengaruh Kondisi Pemanasan Basah terhadap Penurunan Kadar Aflatoksin | en |





