| dc.description.abstract | Masalah keamanan pangan berkaitan dengan kontaminan dan penggunaan
BTP merupakan suatu masalah yang sangat kompleks sehingga memerlukan
kegiatan monitoring untuk menjamin bahwa pangan yang dikonsumsi merupakan
pangan yang aman. Badan POM RI telah melakukan monitoring keamanan
pangan, akan tetapi data-data hasil monitoring yang ada selama ini umumnya
masih digunakan dalam rangka identifikasi bahaya dan belum dihimpun secara
sistematis yang mudah diakses. Penelitian ini bertujuan untuk (1) membuat
database kontaminan pangan dari data hasil pengujian tahun 1999-2004 dan
database BTP tahun 2004 yang telah dilakukan oleh Badan POM RI, (2)
mengidentifikasi dan memetakan jenis BTP yang telah dikumpulkan menurut
kategori pangan GSFA (General Standard for Food Additives), (3)
mengidentifikasi dan memetakan data kontaminan dalam pangan yang telah
dikumpulkan menurut pedoman GEMS/FOOD (The Global Environment
Monitoring System/Food Contamination Monitoring and Assessment
Programme), dan (4) pengembangan database kontaminan pangan dan BTP di
Indonesia untuk kajian risiko.
Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah mempelajari
elemen data yang diperlukan dalam kajian paparan dengan pedoman
GEMS/FOOD, pengumpulan data konsentrasi kontaminan pangan dari data hasil
pengujian tahun 1999-2004 dan BTP tahun 2004 yang telah dilakukan oleh Badan
POM RI, klasifikasi data BTP dan kontaminan, penggunaan software OPAL I
untuk kontaminan pangan, identifikasi masalah, dan rekomendasi.
Hasil monitoring terhadap BTP selama tahun 2004 oleh 21 Balai/Balai
Besar POM di Indonesia menunjukkan bahwa dari 11 BTP yang diijinkan untuk
pangan, sebanyak tiga jenis BTP yang baru dimonitor, yakni pengawet, pemanis
buatan, dan pewarna. Pada sejumlah pangan olahan masih ditemukan adanya
penggunaan BTP yang melebihi batas konsentrasi yang diijinkan yakni benzoat,
sorbat, sakarin dan siklamat. Bahkan masih ditemukan aditif ilegal yang sangat
berbahaya bagi tubuh karena sifatnya yang karsinogenik, yakni boraks, formalin,
rhodamin B dan metanil yellow. Sedangkan kontaminan yang dianalisis oleh
PPOMN dari tahun 1999-2004 meliputi logam berat, residu pestisida, aflatoksin,
nitrit, dan dioksin (2,3,7,8 TCDD). Pada sejumlah pangan segar dan semi olahan
juga masih ditemukan adanya kontaminan yang melebihi batas konsentrasi yang
diijinkan, yang paling menonjol adalah aflatoksin pada kacang tanah dan produk
olahannya. ... | |