| dc.description.abstract | Bakteri asam laktat (BAL) dikenal luas dalam pengawetan pangan (fermentasi) karena berbagai jenis metabolit yang dapat dihasilkannya, antara lain berupa senyawa asam laktat dan peptida. Senyawa peptida tersebut dikenal sebagai bakteriosin dan memiliki aktivitas antibakteri, baik bakteristatik maupun bakterisidal. Bakteriosin dalam bentuk supernatan sangat dipengaruhi oleh kondisi penyimpanan, terutama pH dan suhu. Efektifitas antibakteri bakteriosin dapat dipertahankan, salah satunya dengan teknik enkapsulasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas hambat bubuk bakteriosin dari BAL galur SCG 1223 pada berbagai suhu dan pH pelarutan, serta kondisi penyimpanan (suhu dan umur simpan) Penentuan kondisi optimum pelarutan dan penyimpanan bubuk bakteriosin dari BAL galur SCG 1223 dilakukan dengan mengatur pH dan suhu pelarutan serta umur dan suhu penyimpanan. Pengujian aktivitas dilakukan terhadap dua bakteri uji, yaitu Escherichia coli dan Pediococcus acidilactici. Aktivitas bakteriosin dinyatakan sebagai AU/mL, yaitu luas daerah hambat per satuan volume contoh bakteriosin yang diuji (mm2/mL). | id |