Hubungan Pengetahuan Gizi dan Keragaman Konsumsi Pangan dengan Tingkat Kecukupan Energi dan Zat Gizi Makro Siswa SMPN 1 Tamansari
Date
2026Jenis/Type
SkripsiSubtype
Undergraduate ThesesAuthor
Putri, Azzahra Rabbani
Heryatno, Yayat
Metadata
Show full item recordAbstract
Pemenuhan kecukupan energi dan zat gizi makro sangat penting pada remaja dan menjadi salah satu yang memengaruhi status gizi. Keluarga, pengetahuan gizi, dan keragaman konsumsi pangan dapat memengaruhi kecukupan energi dan zat gizi makro remaja. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pengetahuan gizi dan keragaman konsumsi pangan dengan tingkat kecukupan energi dan zat gizi makro remaja usia 13–15 tahun, SMPN 1 Tamansari. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional study yang dilaksanakan Mei–Juni 2026 dengan 98 subjek. Pengumpulan data melalui kuesioner dan wawancara. Karakteristik individu, keluarga, dan pengetahuan gizi diperoleh melalui kuesioner. Keragaman konsumsi pangan dikumpulkan melalui wawancara menggunakan food frequency questionnaire (FFQ). Tingkat kecukupan energi dan zat gizi makro diperoleh melalui food recall 2x24 jam. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar subjek memiliki pengetahuan gizi cukup (55,1%), keragaman konsumsi pangan cukup (54,1%), dan sebagian besar mengalami defisit berat pada kecukupan energi dan zat gizi makro. Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan terdapat perbedaan signifikan pengetahuan gizi (Z=-2,419; p=0,016) menurut jenis kelamin. Hasil uji Rank Spearman menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara karakteristik keluarga dengan pengetahuan gizi maupun keragaman konsumsi pangan. Pengetahuan gizi dan keragaman konsumsi pangan tidak berhubungan signifikan dengan tingkat kecukupan energi dan zat gizi makro (p>0,05). The adequacy of energy and macronutrient intake is particularly important during adolescence and is one of the factors that influences nutritional status. Family characteristics, nutrition knowledge, and dietary diversity may influence adolescents’ energy and macronutrient adequacy. This study aimed to analyze the association between nutrition knowledge and dietary diversity with energy and macronutrient adequacy among adolescents aged 13–15 years at SMPN 1
Tamansari. A cross-sectional study design was conducted from May to June 2026 involving 98 subjects. Data were collected through questionnaires and interviews. Individual characteristics, family characteristics, and nutrition knowledge were assessed using questionnaires. Dietary diversity was assessed through interviews using a food frequency questionnaire (FFQ), while energy and macronutrient adequacy were assessed using 2x24-hour dietary recalls. The results showed that most subjects had moderate nutrition knowledge (55.1%) and moderate dietary diversity (54.1%), while the majority experienced severe deficits in energy and macronutrient adequacy. The Mann–Whitney test showed a significant difference in nutrition knowledge by gender (Z=-2.419; p=0.016). The Spearman’s rank correlation test showed no significant association between family characteristics and either nutrition knowledge or dietary diversity. Nutrition knowledge and dietary diversity were not significantly associated with energy and macronutrient adequacy
levels (p>0.05).
Collections
- UF - Nutrition Science [3264]

