Kualitas Tidur, Tingkat Stres, Pola Konsumsi Pangan, Aktivitas Fisik, dan Status Gizi Mahasiswa PPKU IPB
Date
2026Jenis/Type
SkripsiSubtype
Undergraduate ThesesAuthor
Syahfitri, Dita Ayu
Marliyati, Sri Anna
Metadata
Show full item recordAbstract
Status gizi merupakan kondisi tubuh yang mencerminkan keseimbangan
antara asupan dan kebutuhan zat gizi. Zat gizi berperan sebagai sumber energi,
mendukung pertumbuhan dan perkembangan, memperbaiki jaringan tubuh, serta
mengatur proses metabolisme. Permasalahan gizi di Indonesia masih menjadi
tantangan kesehatan masyarakat, termasuk pada mahasiswa yang rentan mengalami
masalah gizi akibat perubahan gaya hidup dan tuntutan akademik. Penelitian ini
bertujuan menganalisis hubungan kualitas tidur, tingkat stres, pola konsumsi
pangan, dan aktivitas fisik dengan status gizi mahasiswa PPKU Angkatan 62 IPB
University. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan melibatkan 98
mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik proposionate cluster random
sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner PSQI, DASS-42, SQ-FFQ,
IPAQ-SF, serta pengukuran indeks massa tubuh (IMT). Analisis data dilakukan
secara deskriptif dan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa sebagian besar subjek memiliki kualitas tidur buruk (78,6%),
tingkat stres normal (55,1%), aktivitas fisik sedang (46,9%), dan status gizi normal
(56,1%). Mayoritas subjek juga memiliki tingkat kecukupan energi, protein, lemak,
dan karbohidrat yang tergolong defisit. Hasil uji Spearman menunjukkan tidak
terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas tidur (p=0,835), tingkat stres
(p=0,923), tingkat kecukupan energi (p=0,374), protein (p=0,430), lemak (p=0,639),
karbohidrat (p=0,157), maupun aktivitas fisik (p=0,884) dengan status gizi
mahasiswa. Nutritional status reflects the balance between nutrient intake and the body's
nutritional requirements. Nutrients serve as a source of energy, support growth and
development, repair body tissues, and regulate various metabolic processes.
Nutritional problems remain a major public health challenge in Indonesia,
particularly among university students who are vulnerable to nutritional issues due
to lifestyle changes and academic demands. This study aimed to analyze the
relationship between sleep quality, stress level, food consumption pattern, and
physical activity, with the nutritional status of PPKU Batch 62 students at IPB
University. A cross-sectional study was conducted involving 98 students selected
using proposionate cluster random sampling. Data were collected using the
Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), Depression Anxiety Stress Scale-42
(DASS-42), Semi-Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ),
International Physical Activity Questionnaire-Short Form (IPAQ-SF), and
anthropometric measurements to determine Body Mass Index (BMI). Data were
analyzed descriptively and using Spearman's rank correlation test. The results
showed that most participants had poor sleep quality (78.6%), normal stress levels
(55.1%), moderate physical activity (46.9%), and normal nutritional status (56.1%).
Most participants also had deficient energy, protein, fat, and carbohydrate adequacy
levels. Spearman's rank correlation test showed no significant association between
sleep quality (p=0.835), stress level (p=0.923), energy adequacy (p=0.374), protein
adequacy (p=0.430), fat adequacy (p=0.639), carbohydrate adequacy (p=0.157), or
physical activity (p=0.884) and students' nutritional status.
Collections
- UF - Nutrition Science [3262]

