| dc.contributor.advisor | Bachtiar, Muchamad | |
| dc.contributor.author | Vernando, Muhammad Deffan | |
| dc.date.accessioned | 2026-09-14T01:03:53Z | |
| dc.date.available | 2026-09-14T01:03:53Z | |
| dc.date.issued | 2026 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179938 | |
| dc.description.abstract | Pencapaian titik tertinggi sepanjang masa Indeks Harga Saham Gabungan dipersepsikan sebagai sinyal pasar yang mendorong keberlanjutan investasi. Penelitian ini menganalisis pengaruh persepsi ATH IHSG dan paparan media sosial
terhadap ketakutan tertinggal serta keberlanjutan investasi saham, dengan literasi keuangan sebagai variabel moderasi, menggunakan data 399 investor yang dianalisis dengan pemodelan persamaan struktural berbasis varian. Hasil
menunjukkan persepsi ATH IHSG dan paparan media sosial berpengaruh positif signifikan terhadap ketakutan tertinggal, yang selanjutnya bersama literasi keuangan berpengaruh positif signifikan terhadap keberlanjutan investasi. Ketakutan tertinggal memediasi parsial pengaruh persepsi ATH IHSG dan memediasi penuh pengaruh paparan media sosial terhadap keberlanjutan investasi, sedangkan literasi keuangan tidak memoderasi hubungan tersebut. Temuan ini menekankan pentingnya literasi keuangan dan kesadaran investor Indonesia. | |
| dc.description.abstract | An all-time high in the Indonesia Composite Index (IHSG) is perceived as a market signal that encourages investment continuance. This study analyzes the effects of IHSG all-time high perception and social media exposure on fear of missing out and stock investment continuance, with financial literacy as a moderating variable, using data from 399 investors analyzed through variance-
based structural equation modeling. The results show that both IHSG all-time high perception and social media exposure significantly increase fear of missing out, which together with financial literacy significantly increases investment continuance. Fear of missing out partially mediates the effect of IHSG all-time high
perception and fully mediates the effect of social media exposure on investment continuance, while financial literacy does not moderate this relationship. These findings emphasize the importance of financial literacy and investor awareness in Indonesia. | |
| dc.description.sponsorship | | |
| dc.language.iso | id | |
| dc.publisher | IPB University | id |
| dc.title | PENGARUH PERSEPSI ATH IHSG DAN MEDIA SOSIAL TERHADAP KEBERLANJUTAN INVESTASI SAHAM MELALUI FOMO | id |
| dc.title.alternative | The Effect of Perceptions of the IHSG All-Time High and Social Media Exposure on Stock Investment Continuance through FOMO | |
| dc.type | Skripsi | |
| dc.subject.keyword | titik tertinggi sepanjang masa | id |
| dc.subject.keyword | ketakutan tertinggal | id |
| dc.subject.keyword | paparan media sosial | id |
| dc.subject.keyword | literasi keuangan | id |
| dc.subject.keyword | keberlanjutan investasi saham | id |
| dc.subtype | Undergraduate Theses | |