Show simple item record

dc.contributor.advisorTaryana, Asep
dc.contributor.authorFitri, Kinanti Nur
dc.date.accessioned2026-08-24T08:52:05Z
dc.date.available2026-08-24T08:52:05Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179832
dc.description.abstractRencana penggabungan Waskita Karya dan Wijaya Karya ke dalam Hutama Karya perlu dievaluasi secara hati-hati karena ketiga entitas masih menghadapi tekanan profitabilitas, leverage, dan kemampuan pembayaran bunga. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi keuangan, mengestimasi nilai perusahaan secara standalone maupun gabungan, serta menilai potensi penciptaan nilai dan ketahanan finansial merger. Metode yang digunakan meliputi financial due diligence berbasis informasi publik, valuasi DCF, valuasi sinergi operasi, interest coverage ratio, reverse stress test, dan break-even value creation. Nilai enterprise value Hutama Karya, Wijaya Karya, dan Waskita Karya masing-masing sebesar Rp22.077 miliar, Rp8.906 miliar, dan Rp2.269 miliar, dengan total standalone Rp33.252 miliar. Sinergi operasi sebesar Rp412 miliar meningkatkan nilai gabungan menjadi Rp33.664 miliar atau 1,24%. Namun, pada 2030 ICR gabungan hanya 0,63 kali dengan coverage deficit Rp2.804 miliar. Artinya, merger berpotensi menciptakan nilai, tetapi belum cukup untuk memulihkan ketahanan finansial. Oleh karena itu, restrukturisasi dan konsolidasi bertahap lebih disarankan sebelum pelaksanaan merger penuh.
dc.description.abstractRencana penggabungan Waskita Karya dan Wijaya Karya ke dalam Hutama Karya perlu dievaluasi secara hati-hati karena ketiga entitas masih menghadapi tekanan profitabilitas, leverage, dan kemampuan pembayaran bunga. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi keuangan, mengestimasi nilai perusahaan secara standalone maupun gabungan, serta menilai potensi penciptaan nilai dan ketahanan finansial merger. Metode yang digunakan meliputi financial due diligence berbasis informasi publik, valuasi DCF, valuasi sinergi operasi, interest coverage ratio, reverse stress test, dan break-even value creation. Nilai enterprise value Hutama Karya, Wijaya Karya, dan Waskita Karya masing-masing sebesar Rp22.077 miliar, Rp8.906 miliar, dan Rp2.269 miliar, dengan total standalone Rp33.252 miliar. Sinergi operasi sebesar Rp412 miliar meningkatkan nilai gabungan menjadi Rp33.664 miliar atau 1,24%. Namun, pada 2030 ICR gabungan hanya 0,63 kali dengan coverage deficit Rp2.804 miliar. Artinya, merger berpotensi menciptakan nilai, tetapi belum cukup untuk memulihkan ketahanan finansial. Oleh karena itu, restrukturisasi dan konsolidasi bertahap lebih disarankan sebelum pelaksanaan merger penuh.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleANALISIS PENCIPTAAN NILAI PADA RENCANA MERGER WASKITA KARYA DAN WIJAYA KARYA KE DALAM HUTAMA KARYAid
dc.title.alternativeValue Creation Analysis of the Proposed Merger of Waskita Karya and Wijaya Karya into Hutama Karya
dc.typeSkripsi
dc.subject.keywordDiscounted Cash Flow (DCF)id
dc.subject.keywordmergerid
dc.subject.keywordPenciptaan Nilaiid
dc.subject.keywordFinancial Distressid
dc.subtypeUndergraduate Theses


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record