| dc.description.abstract | PT XYZ, produsen makanan ringan bebas gluten berorientasi Contract Development and Manufacturing Organization (CDMO) mendapati permasalahan berupa tingginya persentase produk cacat tidak mengembang (non-popping defect). Pretreatment existing dengan penambahan air 3,5% serta prosedur pencampuran minyak sebelum air (oil-first) menghasilkan produk defect bentuk yang masuk kategori reject (group D) sebesar 12,13 ± 1,22%. Penelitian ini mendesain pretreatment baru dengan kadar air target teoretis 20% dan urutan pencampuran air sebelum minyak (water-first) pada suhu 30°C dan 60°C berskala laboratorium (5 kg beras sosoh per batch). Hasil menunjukkan metode penambahan air sehingga kadar air teoritis 20 dengan menggunakan air bersuhu 30°C dengan prosedur water-first mampu menurunkan persentase produk defect group D secara signifikan menjadi 8,17 ± 0,82% (p = 0,049, r = 0,801). Kadar air produk akhir pasca-popping (4,6977 ± 0,0347%) tidak berbeda signifikan dibanding kontrol (4,3467 ± 0,0238%, p = 0,121), mengonfirmasi nihilnya biaya utilitas sekunder. Implementasi desain usulan diproyeksikan dapat menghemat biaya bahan baku Rp35.654.652,00 per bulan serta menyelamatkan 923,32 kg beras menjadi produk bernilai ekonomi. | |