Pengaruh Stres Pengasuhan dan Emotion Style Ayah terhadap Regulasi Emosi Anak Usia Sekolah di Daerah Pedesaan Kabupaten Bogor
Abstract
Rendahnya regulasi emosi anak dapat meningkatkan risiko masalah emosional. Penelitian ini menganalisis pengaruh stres pengasuhan dan emotion style ayah terhadap regulasi emosi anak usia sekolah melalui desain cross-sectional dengan
pendekatan kuantitatif dan kuesioner self-administered pada 81 pasangan ayah-ibu yang memiliki anak kelas 1–3 Sekolah Dasar di SD Negeri Hambalang 02 dan 04, Kabupaten Bogor. Hasil menunjukkan stres pengasuhan, regulasi emosi adaptif,
dan labilitas emosi anak berada pada kategori sedang, dengan feelings of uncertainty tergolong rendah dan dimensi emotion style lainnya sedang. Urutan kelahiran anak yang lebih belakang berhubungan dengan parental acceptance yang lebih rendah, sementara lama pendidikan ayah yang tinggi berhubungan dengan penerapan emotion coaching yang lebih tinggi dan feelings of uncertainty yang lebih rendah. Stres pengasuhan yang lebih tinggi berhubungan dengan emotion coaching yang lebih rendah dan feelings of uncertainty yang lebih tinggi. Selain itu,
jam kerja ayah dan parental rejection berpengaruh positif terhadap labilitas emosi anak, yang berarti keduanya turut meningkatkan labilitas emosi anak. Poor emotional regulation in children can increase the risk of emotional problems. This study analyzed the effects of parenting stress and fathers’ emotion styles on the emotional regulation of school-aged children using a cross-sectional design with
a quantitative approach and a self-administered questionnaire administered to 81 father-mother pairs with children in grades 1–3 at Hambalang 02 and 04 Public Elementary Schools in Bogor Regency. The results showed that parenting stress, adaptive emotional regulation, and children’s emotional lability fell into the
moderate category, with feelings of uncertainty classified as low and other dimensions of emotional style as moderate. Children’s birth order being a younger sibling—was associated with lower parental acceptance, while a father’s higher level of education was associated with higher use of emotional coaching and lower
feelings of uncertainty. Higher parenting stress is associated with lower emotion coaching and higher feelings of uncertainty. Additionally, the father’s working hours and parental rejection have a positive effect on children’s emotional lability, meaning that both factors contribute to increasing children’s emotional lability.

