Hubungan Kualitas dan Kuantitas Sarapan dengan Kadar Glukosa Darah dan Sustained Attention
Abstract
Sarapan merupakan waktu makan penting yang menyediakan energi bagi tubuh dan otak setelah puasa semalaman. Kualitas dan kuantitas sarapan diduga memengaruhi kadar glukosa darah sebagai sumber energi utama otak dalam menjalankan fungsi kognitif, termasuk sustained attention (SA). Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kualitas dan kuantitas sarapan dengan kadar glukosa darah serta hubungan kadar glukosa darah dengan SA pada remaja. Penelitian menggunakan desain cross-sectional pada 66 siswa SMPN 1 Ciomas, Kabupaten Bogor. Data kualitas dan kuantitas sarapan diperoleh melalui food record, kadar glukosa darah diukur menggunakan glukometer metode finger-prick, dan SA diukur menggunakan Single Letter Cancellation Test (SLCT). Analisis dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman dan Pearson (p<0,05). Sebagian besar subjek memiliki kualitas sarapan baik (74,2%), kuantitas sarapan adekuat (54,5%), kadar glukosa darah kategori hipoglikemia (66,7%), dan SA kategori tidak tinggi (81,8%). Terdapat hubungan positif yang signifikan antara kualitas dan kuantitas sarapan (p=0,001; r=0,415). Namun, tidak terdapat hubungan antara kualitas sarapan dan kadar glukosa darah (p=0,774; r=-0,036), kuantitas sarapan dan kadar glukosa darah (p=0,483; r=0,088), maupun kadar glukosa darah dan SA (p=0,900; r=0,016). Disimpulkan bahwa kualitas sarapan berhubungan dengan kuantitas sarapan, tetapi kualitas maupun kuantitas sarapan tidak berhubungan dengan kadar glukosa darah, serta kadar glukosa darah tidak berhubungan dengan SA pada remaja.
Collections
- UF - Nutrition Science [3258]

