Analisis Penilaian Harga Saham dengan Metode Dividend Discount Model (DDM) pada Indeks IDXHIDIV20
Date
2026Jenis/Type
SkripsiSubtype
Undergraduate ThesesAuthor
Shidiq, Imam Purnomo
Achsani, Noer Azam
Watazawwadu'ilmi, Sendy
Metadata
Show full item recordAbstract
Guncangan pasar pada awal tahun 2026 akibat sentimen global memicu volatilitas ekstrem dan mispricing pada saham-saham berdividen tinggi di indeks IDXHIDIV20, sehingga meningkatkan risiko jebakan dividen fundamental bagi investor. Penelitian ini bertujuan menganalisis nilai intrinsik saham IDXHIDIV20 untuk menentukan kondisi penilaian harga dan merumuskan keputusan investasi rasional pasca guncangan. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan pendekatan Two-Stage Dividend Discount Model dan analisis Margin of Safety. Hasil valuasi menunjukkan bahwa 13 emiten (65%) terindikasi undervalued sehingga direkomendasikan beli, 1 emiten (5%) fairly valued untuk ditahan, dan 6 emiten (30%) overvalued sehingga direkomendasikan jual. Temuan utama penelitian ini membuktikan bahwa rekam jejak imbal hasil dividen historis yang tinggi, terutama pada emiten yang bersifat siklis, tidak menjamin kekuatan nilai fundamental di masa depan, yang berujung pada penilaian harga yang terlalu mahal. Implikasi dari penelitian ini mendorong investor untuk mengubah strategi ke arah orientasi masa depan dengan mengakumulasi saham perbankan dan defensif yang undervalued, serta melakukan rotasi aset dari sektor komoditas untuk memitigasi risiko kerugian modal. The market crash in early 2026 driven by global sentiments triggered extreme volatility and mispricing in high-dividend stocks within the IDXHIDIV20 index, thereby increasing the risk of a fundamental dividend trap for investors. This study aims to analyze the intrinsic value of IDXHIDIV20 stocks to determine valuation conditions and formulate rational investment decisions post-crash. A quantitative descriptive method was employed utilizing the Two-Stage Dividend Discount Model approach and Margin of Safety analysis. Valuation results show that 13 issuers (65%) are undervalued (buy recommendation), 1 issuer (5%) is fairly valued (hold recommendation), and 6 issuers (30%) are overvalued (sell recommendation). The main finding proves that a high historical dividend yield track record, especially in cyclical issuers, does not guarantee future fundamental value strength, leading to overvaluation. The implications of this study encourage investors to adopt a forward looking strategy by accumulating undervalued banking and defensive stocks, as well as executing asset rotation from the commodity sector to mitigate capital loss risks.
Collections
- UT - Business [811]

