Show simple item record

dc.contributor.advisorHartoyo
dc.contributor.authorHaloho, Juan Estomi Hosen
dc.date.accessioned2026-08-08T04:06:36Z
dc.date.available2026-08-08T04:06:36Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177833
dc.description.abstractPertumbuhan industri coffee shop Indonesia sejak 2022 menciptakan persaingan ketat di segmen urban seperti Radio Dalam, Jakarta Selatan. Sebagai salah satu coffee shop di Radio Dalam, Kopi Mandja dituntut menentukan arah strategi yang tepat untuk mempertahankan daya saing. Keterbatasan sumberdaya mengharuskan Kopi Mandja untuk tidak mengambil semua peluang sekaligus, tetapi memilih dan memprioritaskan strategi yang memberikan dampak tertinggi untuk bisnis. Penelitian ini dirancang untuk menyusun prioritas strategi kompetitif Kopi Mandja melalui pendekatan yang objektif. Metodologi penelitian menggunakan value chain analysis untuk memahami sistem operasional internal, porter's five forces untuk memetakan struktur eksternal pasar, IFE/EFE untuk penilaian kuantitatif atas faktor-faktor yang ada, SWOT untuk pengembangan alternatif strategi, dan analytical hierarchy process (AHP) untuk penetapan prioritas berdasarkan kriteria-kriteria dengan input dari responden ahli. Metode AHP dipilih karena dapat menyederhanakan alternatif kompleks kedalam prioritas yang terukur. Output penelitian adalah prioritas strategi yang dapat segera diimplementasikan.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePerumusan Strategi Peningkatan Daya Saing Kopi Cafe Mandja Dengan Pendekatan AHPid
dc.title.alternativeFormulation of Strategies to Enhance the Competitiveness of Cafe Kopi Mandja Using the AHP Approach
dc.typeSkripsi
dc.subject.keyworddaya saingid
dc.subject.keywordCoffee Shopid
dc.subject.keywordAHPid
dc.subject.keywordSWOTid
dc.subject.keywordPerumusan Strategiid
dc.subtypeUndergraduate Theses


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record