Analisis Pengendalian Persediaan Biji Kopi pada Coffee Shop XYZ di Kota Cimahi, Provinsi Jawa Barat
Abstract
Konsumsi kopi di Indonesia terus bertumbuh seiring dengan meningkatnya kualitas
hidup dan berubahnya pola gaya hidup masyarakat di wilayah perkotaan. Salah satu
coffee shop di Kota Cimahi menghadapi permasalahan dalam mengelola stok bahan
baku biji kopi akibat permintaan yang fluktuatif. Selama ini pengelolaan persediaan
di coffee shop tersebut masih dilakukan secara intuitif tanpa didukung metode
perhitungan yang terstruktur, sehingga berpotensi menimbulkan pemborosan biaya
maupun kekurangan stok. Penelitian ini memusatkan perhatian pada pengelolaan
biji kopi yang diterapkan oleh Coffee Shop XYZ, menerapkan peramalan
permintaan sebagai landasan pengendalian persediaan dengan biaya efisien untuk
minuman dengan tingkat permintaan tertinggi. Sebagai langkah awal, dilakukan
peramalan permintaan yang dijadikan acuan dalam proses pengendalian persediaan.
Metode peramalan yang diterapkan adalah Holt-Winters, yang dipilih berdasarkan
tingkat kesalahan peramalan paling rendah dibandingkan metode lainnya.
Perhitungan persediaan menggunakan metode Production Order Quantity (POQ)
guna menentukan jumlah produksi roasting biji kopi yang optimal. Hasil
perhitungan menunjukkan bahwa jumlah produksi roasting optimal sebesar 18,04
per siklus produksi, persediaan maksimal sebesar 6,5 kg, serta rata-rata persediaan
yang harus dijaga sebesar 3,2 kg biji kopi per siklus. Total biaya dengan metode
POQ sebesar Rp22.278.830 per tahun, dengan potensi penghematan sebesar 3,91%
dibandingkan kondisi aktual perusahaan.
Collections
- UF - Management [3737]

