Show simple item record

dc.contributor.advisorPalupi, Eny
dc.contributor.authorPangkerego, Renata Lies Batsyeba
dc.date.accessioned2026-08-05T07:00:19Z
dc.date.available2026-08-05T07:00:19Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177265
dc.description.abstractGaya hidup modern yang sibuk telah meningkatkan ketergantungan pada mie instan, yang berpotensi menaikkan kadar glukosa darah pasca-makan dan risiko diabetes akibat kandungan karbohidratn yang tinggi serta serat yang rendah. Oleh karena itu, mie yang terbuat dari tepung sagu, tepung kacang bambara, dan kluwek dikembangkan sebagai alternatif dengan indeks glikemik yang lebih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan indeks glikemik (IG) dan beban glikemik (BG) mie hitam kluwek. Desain semi-crossover digunakan dengan melibatkan 10 mahasiswa Universitas IPB yang sehat (6 perempuan dan 4 laki-laki) berusia 18–25 tahun, dengan indeks massa tubuh (IMT) normal (21,10 ± 1,14 kg/m²) dan kadar glukosa darah puasa (90,80 ± 4,71 mg/dL). Konsentrasi glukosa darah diukur pada 0, 15, 30, 45, 60, 90, dan 120 menit setelah konsumsi makanan uji yang mengandung 50 g available carbohydrate. Nilai GI dihitung menggunakan metode area di bawah kurva inkremental (iAUC), dan data dianalisis menggunakan One Way- ANOVA yang dilanjutkan dengan uji post-hoc Duncan dan Independen T-test. Mi hitam kluwek dan mi komersial masing-masing menunjukkan nilai GI sebesar 68,9 (sedang) dan 50,5 (rendah). Meskipun keduanya memiliki beban glikemik yang tinggi, mi hitam kluwek menunjukkan potensi sebagai makanan fungsional untuk pengelolaan glukosa darah dengan pengendalian porsi yang tepat.
dc.description.abstractModern busy lifestyles have increased reliance on instant noodles, which may elevate postprandial blood glucose levels and diabetes risk due to their high carbohydrate and low fiber content. Therefore, noodles made from sago flour, bambara groundnut flour, and kluwek were developed as a lower-glycemic alternative. This study aimed to determine the glycemic index (GI) and glycemic load (GL) of black kluwek noodles. A semi-crossover design was employed involving 10 healthy IPB University students (6 females and 4 males) aged 18–25 years, with normal body mass index (21.10 ± 1.14 kg/m²) and fasting blood glucose levels (90.80 ± 4.71 mg/dL). Blood glucose concentrations were measured at 0, 15, 30, 45, 60, 90, and 120 minutes after consumption of test foods containing 50 g of available carbohydrates. GI values were calculated using the incremental area under the curve (iAUC) method, and data were analyzed using one-way ANOVA followed by Duncan’s post-hoc test and an Independent t-test. Black kluwek noodles and commercial noodles exhibited GI values of 68.9 (moderate) and 50.5 (low), respectively. Although both products had a high glycemic load, black kluwek noodles demonstrated potential as a functional food for blood glucose management when consumed in appropriate portions.
dc.description.sponsorshipPT Indofood Sukses Makmur Tbk
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePengukuran Indeks Glikemik Mi Hitam Kluwek dengan Substitusi Sagu dan Kacang Bambaraid
dc.title.alternativeMeasurement of the Glycemic Index of Kluwek Black Noodle with Sago and Bambara Groundnut Substitutions
dc.typeSkripsi
dc.subject.keywordbeban glikemikid
dc.subject.keywordindeks glikemikid
dc.subject.keywordkacang bambaraid
dc.subject.keywordmi instanid
dc.subject.keywordsaguid
dc.subtypeUndergraduate Theses


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record