Show simple item record

dc.contributor.advisorEkayanti, Ikeu
dc.contributor.authorVigayani, Tajma Ananda
dc.date.accessioned2026-08-05T00:59:13Z
dc.date.available2026-08-05T00:59:13Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177166
dc.description.abstractMasa remaja merupakan periode penting dalam pertumbuhan dan perkembangan yang memerlukan asupan gizi seimbang, termasuk konsumsi susu sebagai sumber protein dan zat gizi mikro lainnya. Namun, tingkat konsumsi susu di Indonesia masih tergolong rendah yaitu hanya sebesar 16,23 liter per kapita. Kebiasaan membaca label pangan belum optimal walaupun berperan dalam pemilihan produk. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pengetahuan gizi, preferensi konsumen, dan kebiasaan membaca label dengan keputusan pemilihan dan kebiasaan konsumsi susu kemasan pada remaja SMA di Bekasi. Desain penelitian yang digunakan yaitu cross sectional dengan subjek sebanyak 80 siswa yang berasal dari SMA Korpri Bekasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian subjek sudah memiliki pengetahuan gizi yang baik (48,8%), sedangkan mayoritas subjek memiliki kebiasaan membaca label yang kurang. Mayoritas subjek memiliki keputusan pemilihan susu kemasan yang kurang (78,8%) dan kebiasaan konsumsi susu kemasan yang kurang (73,8%). Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan gizi dengan keputusan pemilihan susu kemasan (p<0,05) maupun kebiasaan konsumsi susu kemasan (p<0,05). Kebiasaan membaca label (p<0,05) berhubungan signifikan dengan keputusan pemilihan susu kemasan, tetapi tidak terdapat hubungan dengan kebiasaan konsumsi susu kemasan (p>0,05). Preferensi konsumen tidak berhubungan signifikan dengan keputusan pemilihan dan kebiasaan konsumsi susu kemasan (p>0,05).
dc.description.abstractAdolescence is a critical period of growth and development that requires a balanced nutritional intake, including milk consumption as a source of protein and essential micronutrients. However, milk consumption in Indonesia remains low, at only 16.23 liters per capita. In addition, the habit of reading food labels is still suboptimal, despite its important role in product selection. This study aimed to analyze the relationship between nutrition knowledge, consumer preferences, and label-reading habits with packaged milk selection decisions and packaged milk consumption habits among high school adolescents in Bekasi. This study employed a cross-sectional design involving 80 students from SMA Korpri Bekasi. The results showed that 48.8% of subjekts had good nutrition knowledge, while the majority had poor label-reading habits. Most subjekts had poor packaged milk selection decisions (78.8%) and low packaged milk consumption habits (73.8%). Statistical analysis revealed a significant correlated between nutrition knowledge and packaged milk selection decisions (p<0.05), as well as packaged milk consumption habits (p<0.05). Label-reading habits were significantly correlated with packaged milk selection decisions (p<0.05), but not with packaged milk consumption habits (p>0.05). Consumer preferences were not significantly associated with either packaged milk selection decisions or packaged milk consumption habits (p>0.05).
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleHubungan Pengetahuan, Preferensi, Kebiasaan Membaca Label dengan Keputusan Pemilihan dan Konsumsi Susu Kemasan pada Remajaid
dc.title.alternativeRelationship of Knowledge, Consumer Preferences, and Nutrition Label Reading Habits with Packaged Milk Selection and Consumption among Adolescents
dc.typeSkripsi
dc.subject.keywordkebiasaan membaca labelid
dc.subject.keywordkonsumsi susu kemasanid
dc.subject.keywordpengetahuan label giziid
dc.subject.keywordpreferensi konsumenid
dc.subject.keywordremajaid
dc.subtypeUndergraduate Theses


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record