Hubungan Paparan Informasi Gizi dan Kebiasaan Membaca Label Informasi Nilai Gizi dengan Keputusan Pembelian Mi Instan
Date
2026Jenis/Type
SkripsiSubtype
Undergraduate ThesesAuthor
Sulistyawati, Agni
Rimbawan
Metadata
Show full item recordAbstract
Mi instan merupakan pangan praktis yang banyak dikonsumsi mahasiswa, namun kandungan natrium yang tinggi menjadikan informasi nilai gizi (ING) penting untuk diperhatikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan paparan informasi gizi dan kebiasaan membaca label ING dengan keputusan pembelian mi instan pada mahasiswa PPKU IPB University. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan 85 subjek yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan wawancara. Sebagian besar subjek berusia 18 tahun (58,3%), perempuan (72,6%), dan uang saku untuk makan kategori rendah (32,1%). Mayoritas terpapar informasi gizi >3 kali (65,4%), bersumber dari Tiktok (52,4%) dan Instagram (29,8%). Pengetahuan mengenai Back of Pack Labelling (BoPL) kategori kurang (63,1%), kemampuan membaca BoPL baik (95,2%), dan pengetahuan mengenai Front of Pack Nutrition Labelling (FoPNL) kategori sedang (48,8%). Sebanyak 70,2% subjek sering konsumsi mi instan, dengan rata-rata asupan natrium sekali konsumsi sebesar 1120,70 mg. Karakteristik subjek (usia, jenis kelamin, dan uang saku) tidak berhubungan dengan kebiasaan membaca label ING (p>0,05). Perilaku keputusan pembelian mi instan berhubungan signifikan dengan usia (p<0,05), namun tidak berhubungan signifikan dengan jenis kelamin dan uang saku (p>0,05). Paparan informasi gizi tidak berhubungan signifikan dengan perilaku membaca label ING (p>0,05), sedangkan perilaku membaca label ING berhubungan signifikan dengan keputusan pembelian mi instan (p<0,05). Instant noodles are a convenient food commonly consumed by college students, but their high sodium content makes it important to pay attention to the nutrition facts label. This study aims to analyze the relationship between exposure to nutritional information and the habit of reading nutrition facts label and purchasing decisions regarding instant noodles among students in the PPKU program at IPB University. The study used a cross-sectional design with 85 subjects selected through purposive sampling. Data were collected through questionnaires and interviews. Most subjects were 18 years old (58.3%), female (72.6%), and had a low food allowance (32.1%). The majority were exposed to nutrition information more than 3 times (65.4%), primarily from TikTok (52.4%) and Instagram (29.8%). Knowledge of Back-of-Pack Labeling (BoPL) was low (63.1%), the ability to read BoPL was good (95.2%), and knowledge of Front-of-Pack Nutrition Labeling (FoPNL) was moderate (48.8%). A total of 70.2% of the subjects frequently consumed instant noodles, with an average sodium intake per serving of 1120.70 mg. Subject characteristics (age, gender, and allowance) were not associated with the habit of reading ING labels (p > 0.05). Instant noodle purchasing behavior was significantly associated with age (p < 0.05), but was not significantly associated with gender or allowance (p > 0.05). Exposure to nutritional information was not significantly associated with the behavior of reading ING labels (p > 0.05), whereas the behavior of reading nutrition facts label was significantly associated with purchasing decisions regarding instant noodles (p < 0.05).
Collections
- UF - Nutrition Science [3237]

