Menjembatani Intention-Behavior Gap dalam Adopsi Pembayaran Angsuran Nontunai pada Peminjam Perempuan PT XYZ
Abstract
PT XYZ merupakan penyelenggara peer-to-peer (P2P) lending yang mendorong peralihan pembayaran angsuran dari tunai menjadi nontunai berbasis aplikasi, namun lebih dari 80% peminjam tetap bergantung pada petugas lapangan sehingga mengindikasikan intention-behavior gap. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh faktor-faktor UTAUT2 terhadap niat penggunaan dan perilaku aktual pembayaran nontunai pada peminjam perempuan PT XYZ. Data dari 296 peminjam perempuan di lima wilayah PT XYZ dianalisis menggunakan PLS-SEM. Hasil menunjukkan facilitating conditions dan price value berpengaruh positif terhadap niat penggunaan, sementara habit terbukti menjadi determinan terkuat yang berpengaruh signifikan baik terhadap niat maupun perilaku aktual. Niat sendiri tidak berpengaruh terhadap perilaku aktual, temuan yang mengonfirmasi keberadaan intention-behavior gap dan menegaskan bahwa habit serta facilitating conditions merupakan jalur yang lebih dominan dalam mendorong perilaku pembayaran nontunai. Berdasarkan temuan tersebut, dirumuskan empat strategi bagi PT XYZ, yaitu rekayasa lingkar kebiasaan, fasilitasi tanpa friksi, penguatan nilai harga, serta program nudge pengalihan peran petugas lapangan. PT XYZ is a peer-to-peer (P2P) lending provider that promotes the shift in installment payment methods from cash to application-based cashless payments, yet more than 80% of borrowers remain dependent on field officers, indicating an intention-behavior gap. This study aims to analyze the influence of UTAUT2 factors on usage intention and actual behavior of cashless payment among female borrowers of PT XYZ. Data from 296 female borrowers across five regions of PT XYZ were analyzed using PLS-SEM. The results show that facilitating conditions and price value positively influence usage intention, while habit is proven to be the strongest determinant, significantly influencing both intention and actual behavior. Intention itself does not influence actual behavior, a finding that confirms the existence of an intention-behavior gap and affirms that habit and facilitating conditions are more dominant pathways in driving cashless payment behavior. Based on these findings, four strategies are formulated for PT XYZ: engineering the habit loop, providing frictionless facilitation, reinforcing price value, and implementing a nudge program to shift the role of field officers.
Collections
- UT - Business [759]

