| dc.description.abstract | Ikan kurisi (Nemipterus nematophorus) dan ikan salem (Scomber
japonicus) berpotensi membentuk formaldehida alami selama penyimpanan
sehingga sulit dibedakan dari formalin sintesis. Penelitian ini bertujuan
menganalisis perubahan mutu ikan selama penyimpanan beku serta
mengidentifikasi biomarker kemunduran mutu. Sampel direndam dalam formalin
0%, 1%, dan 2% (v/v), kemudian disimpan pada suhu -20 °C selama 12 minggu.
Pengujian meliputi organoleptik, pH, total volatile base (TVB), dimetilamina
(DMA), formaldehida (FA), histologi, dan Sodium Dodecyl Sulfate-Polyacrylamide
Gel Electrophoresis (SDS-PAGE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa
penyimpanan beku menurunkan mutu ikan yang ditandai dengan penurunan nilai
organoleptik serta peningkatan pH, TVB, DMA, dan FA. Analisis multivariat
diskriminan menunjukkan pemisahan kelompok perlakuan berdasarkan kombinasi
parameter FA, pH, TVB, dan DMA, tetapi biomarker kemunduran mutu yang
spesifik dan konsisten pada ikan kurisi dan ikan salem belum dapat diidentifikasi. | |