| dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan tingkat stres dan night eating syndrome dengan status gizi pada mahasiswa PPKU IPB University. Desain penelitian ini menggunakan cross-sectional study dengan jumlah subjek sebanyak 52 orang. Instrumen pengukuran tingkat stres menggunakan kuesioner Perceived Stress Scale (PSS-10), night eating syndrome menggunakan The Night Eating Questionnaire (NEQ), asupan zat gizi menggunakan metode food record 7x24 jam, serta status gizi melalui pengukuran berat badan dan tinggi badan secara langsung. Sebagian besar subjek mengalami stres sedang (86,5%), night eating syndrome termasuk ke dalam kategori normal (90,4%), tingkat kecukupan zat gizi makro tergolong defisit berat, dan status gizi tergolong obesitas tingkat I (32,7%). Data dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson dan Spearman. Hasil analisis menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dan night eating syndrome dengan uang saku, serta antara tingkat stres dengan asupan protein, lemak, dan karbohidrat (tingkat kecukupan) (p>0,05). Namun, terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan night eating syndrome dan asupan energi (tingkat kecukupan) dengan arah korelasi positif (p<0,05). Selain itu, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara night eating syndrome dengan asupan zat gizi (tingkat kecukupan), maupun antara tingkat stres, night eating syndrome, dan asupan zat gizi (tingkat kecukupan) dengan status gizi (p>0,05). | |