Show simple item record

dc.contributor.advisorTaryana, Asep
dc.contributor.authorRISNAWATI, RANI
dc.date.accessioned2026-07-29T17:05:09Z
dc.date.available2026-07-29T17:05:09Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/176396
dc.description.abstractPT XYZ merupakan perusahaan penyedia katering yang beroperasi di Kota Bogor sejak tahun 2017. Perusahaan menghadapi risiko yang mengganggu kelancaran proses bisnis dan menurunkan daya saing, seperti ketidaktersediaan bahan baku, tindakan kecurangan oleh karyawan, serta penurunan permintaan akibat melemahnya daya beli masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menilai, dan merumuskan strategi perlakuan risiko operasional berdasarkan kerangka SNI ISO 31000:2018. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, in-depth interview, dan kuesioner kepada tujuh responden internal yang dipilih menggunakan purposive sampling dan matriks RACI. Penilaian risiko dilakukan dengan mengadopsi teori Godfrey (1996), sedangkan perumusan perlakuan risiko mengacu pada Flanagan dan Norman (1993). Penelitian mengidentifikasi 27 risiko operasional yang dipetakan dalam empat kategori tingkat risiko, yaitu rendah (4 risiko), sedang (5 risiko), tinggi (12 risiko), dan ekstrem (6 risiko). Sebanyak 18 risiko yang berada pada kategori tinggi dan ekstrem menjadi prioritas perlakuan, dengan menghasilkan 36 strategi mitigasi, yang terdiri atas 28 strategi dinilai siap diterapkan, sementara 8 strategi memerlukan pendalaman lebih lanjut.
dc.description.abstractPT XYZ is a catering company that has been operating in Bogor City since 2017. The company faces various risks that may disrupt business processes and reduce its competitiveness, including raw material shortages, employee fraud, and declining demand due to weakened consumer purchasing power. This study aims to identify, assess, and formulate operational risk treatment strategies based on the SNI ISO 31000:2018 framework. A qualitative descriptive approach was employed, with data collected through observation, in-depth interviews, and questionnaires administered to seven internal respondents selected using purposive sampling. The study was also supported by the application of the RACI matrix. Risk assessment was conducted using the approach proposed by Godfrey (1996), while risk treatment strategies were formulated based on Flanagan and Norman (1993). The study identified 27 operational risks, which were classified into four risk levels: low (4 risks), medium (5 risks), high (12 risks), and extreme (6 risks). A total of 18 risks categorized as high and extreme were prioritized for treatment, resulting in 36 mitigation strategies, of which 28 were considered ready for implementation, while the remaining 8 strategies require further feasibility assessment.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleAnalisis Manajemen Risiko pada Perusahaan Katering PT XYZid
dc.title.alternativeRisk Management Analysis in PT XYZ Catering Company
dc.typeSkripsi
dc.subject.keywordISO 31000:2018id
dc.subject.keywordkateringid
dc.subject.keywordManajemen Risiko Operasionalid
dc.subtypeUndergraduate Theses


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record