Analisis Dynamic Capabilities Startup Jasa Pelatihan Berstruktur Ramping: Studi Kasus Nexplus
Abstract
Nexplus mengalami pertumbuhan jumlah peserta signifikan pada periode 2023-2025 dengan tim inti yang sangat kecil, namun mekanisme kapabilitas dinamis pada organisasi ramping tersebut belum teridentifikasi secara sistematis. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan dynamic capabilities (DC) Nexplusdan mekanisme pembelajaran organisasi yang mendasarinya. Metode yang digunakan adalah studi kasus kualitatif dengan wawancara mendalam dan observasi partisipatif, dianalisis menggunakan kerangka lima komponen DC Kristinawati dan Tjakraatmadja (2017) serta kerangka inter-project learning Prencipe dan Tell (2001). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 20 dari 25 indikator DC termanifestasi dengan pola yang konsisten dengan karakteristik startup jasa berstruktur lean. Analisis inter-project learning mengklasifikasikan Nexplus dalam Navigator learning landscape. Implikasi manajerial disusun mengikuti empat mode konversi pengetahuan model SECI (Nonaka 1994), yaitu berbagi pengalaman langsung, pendokumentasian hasil evaluasi proyek, konsolidasi framework operasional, serta praktik terbimbing agar tersebut menyatu menjadi kebiasaan kerja. Nexplus experienced significant participant growth during the 2023-2025 period despite a very small core team, yet its dynamic capabilities mechanisms remain unidentified. This study aims to analyze the manifestation of dynamic capabilities (DC) in Nexplus and the underlying organizational learning mechanisms. A qualitative case study method was employed using in-depth interviews and participant observation, analyzed through the five-component DC framework of Kristinawati and Tjakraatmadja (2017) and the inter-project learning framework of Prencipe and Tell(2001).Results indicate that 20 of 25 DC indicators were manifested in patterns consistent with lean-structured service startup characteristics. Inter-project learning analysis classifies Nexplus within a Navigator learning landscape. Managerial implications are structured around the four knowledge conversion modes of the SECI model (Nonaka 1994): direct experience sharing, documentation of project evaluation outcomes, consolidation of the existing operational framework, and guided practice to embed it into working habits.
Collections
- UT - Business [759]

