Pengukuran Indeks Kekenyangan pada Mi Berbahan Sagu dan Kacang Bambara dengan Penambahan Kluwek
Abstract
Obesitas merupakan salah satu masalah kesehatan global yang didorong tingginya konsumsi mi instan berbasis tepung terigu yang rendah serat dan memberikan efek kenyang singkat. Penelitian ini bertujuan menganalisis kandungan gizi dan satiety index mi berbahan sagu (Metroxylon sagu) dan kacang bambara (Vigna subterranea) dengan penambahan kluwek dibandingkan mi komersial, menggunakan roti putih sebagai referensi. Desain semi-crossover study dilaksanakan di IPB University pada Oktober–Desember 2025 dengan 18 mahasiswa ber-IMT normal (18,5–22,9 kg/m²) sebagai subjek. Formula terpilih adalah F2 (substitusi tepung komposit sagu dan kacang bambara 24%). Tingkat kekenyangan diukur menggunakan Visual Analogue Scale (VAS) pada menit ke-0, 30, 60, 90, 120, 150, dan 180 pascakonsumsi isokalori 240 kkal. Satiety index dihitung dari rasio Area Under Curve (AUC) metode trapezoid. Mi kluwek memiliki kandungan serat tertinggi (11,21 g/240 kkal) dengan keinginan makan lebih rendah secara signifikan dibandingkan mi komersial (p<0,05). Satiety index mi kluwek (114,59±15,82) lebih tinggi dibandingkan mi komersial (99,69±21,56) dengan p=0,046. Tidak terdapat hubungan antara kandungan gizi makro dengan skor satiety maupun satiety index. Mi kluwek berpotensi sebagai pangan fungsional untuk pengendalian berat badan dan pencegahan obesitas. Obesity is a major global health concern, partly driven by high consumption of wheat-based instant noodles that are low in dietary fiber and provide short-term satiety. This study aimed to analyze the nutritional composition and satiety index of noodles formulated from sago (Metroxylon sagu) and bambara groundnut (Vigna subterranea) with kluwek addition, compared to commercial noodles using white bread as reference. A semi-crossover study was conducted at IPB University (October–December 2025) involving 18 normal-BMI university students (18.5-22.9 kg/m²). The selected formula (F2) incorporated 24% composite sago and bambara groundnut flour substitution. Satiety was assessed via Visual Analogue Scale (VAS) at minutes 0, 30, 60, 90, 120, 150, and 180 post-isocaloric consumption (240 kcal), with satiety index calculated from the Area Under the Curve (AUC) using the trapezoid method. Kluwek noodles exhibited the highest dietary fiber content (11.21 g/240 kcal) and significantly lower desire to eat than commercial noodles (p<0.05). The satiety index of kluwek noodles (114.59±15.82) was significantly higher than commercial noodles (99.69±21.56; p=0.046). No significant association was found between macronutrient content and satiety scores or satiety index. Kluwek noodles show promise as a functional food for weight
management and obesity prevention.
Collections
- UF - Nutrition Science [3208]

